Satelit9.com,Jakarta- Polisi belum berhasil mengungkap kelompok
bersenjata yang menyerang kantor Polsek Pirime, Kabupaten Lany Jaya,
Papua. Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengaku kendala utamanya
adalah faktor geografis atau wilayah yang menyulitkan pelacakan.
"Pastilah wilayah," kata Timur usai melantik empat kapolda baru di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/11).
Timur menjelaskan, Pirime merupakan salah satu wilayah terpencil. Wilayah itu merupakan perbukitan, hutan, dan lembah. Dari Jayapura, dibutuhkan perjalanan menggunakan pesawat sekitar 40 menit.
Timur menegaskan, pihaknya telah mengirim bantuan personel untuk mengejar pelaku. "Kita siapkan pemburu, satuan pengejar, ada satu SSK. Kita dibantu juga TNI. Sekarang Kapolda juga tengah melakukan penyelidikan," kata Timur.
Di kesempatan terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan, pelaku diperkirakan berjumlah 50 orang. Mereka menembaki, membakar, dan merampas senjata api milik polisi. Namun, Boy belum bisa memastikan apakah kelompok itu terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
"Hasil penyelidikan yang kita lakukan, diduga kuat kelompok atau gerombolan bersenjata yang selama ini melakukan kekacauan dan aksi-aksi kekerasan, baik itu pada warga sipil dan pihak petugas," kata Boy.
Penyerangan yang terjadi pada Selasa itu, menewaskan Kapolsek Pirime Inspektir Polisi Satu Rolti Takubesi, dan dua anggotanya Brigadir Polisi Satu Daniel Makuker dan Brigadir Polisi Satu Jefri Rumkorem. Mereka mengalami luka tembak dan luka bakar serius. Sementara itu, seorang anggota lainnya berhasil selamat karena melarikan diri.(cool)