Satelit9.com,Maluku Tengah-Warga dua desa bertetangga di Kecamatan
Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, yakni Desa Porto dan Desa Haria,
kembali terlibat bentrokan, Rabu (28/11/2012). Akibat bentrokan
tersebut, seorang warga Desa Porto tewas karena tertembak.
Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ajun Komisaris Besar Polisi Suharwiyono kepada wartawan menjelaskan, bentrok bermula dari tawuran antar-pelajar kedua desa sekitar pukul 01.00 WIT. Berbuntut dari aksi tawuran tersebut, pada pukul 13.30 WIT sebuah mobil angkot jurusan Haria yang dikendarai JS (47) dilempari sejumlah siswa asal Desa Porto saat melintas di Desa Tiwou.
"Peristiwa itu kemudian mengakibatkan terjadinya bentrokan yang mengakibatkan seorang warga Desa Porto JT tewas," ujar Kapolres melalui pesan singkat (SMS) kepada Kompas.com.
Kapolres mengatakan, JT (40) meninggal karena tertembak oleh orang tak dikenal. Peluru senjata api itu mengenai pelipis kanan hingga tembus ke belakang kepala.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, akibat peristiwa tersebut hingga kini warga kedua desa masih berkumpul di perbatasan. Sementara itu, polisi yang diterjunkan telah menyekat perbatasan kedua desa tersebut untuk menghindari bentrokan susulan. (Wrt3)
Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ajun Komisaris Besar Polisi Suharwiyono kepada wartawan menjelaskan, bentrok bermula dari tawuran antar-pelajar kedua desa sekitar pukul 01.00 WIT. Berbuntut dari aksi tawuran tersebut, pada pukul 13.30 WIT sebuah mobil angkot jurusan Haria yang dikendarai JS (47) dilempari sejumlah siswa asal Desa Porto saat melintas di Desa Tiwou.
"Peristiwa itu kemudian mengakibatkan terjadinya bentrokan yang mengakibatkan seorang warga Desa Porto JT tewas," ujar Kapolres melalui pesan singkat (SMS) kepada Kompas.com.
Kapolres mengatakan, JT (40) meninggal karena tertembak oleh orang tak dikenal. Peluru senjata api itu mengenai pelipis kanan hingga tembus ke belakang kepala.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, akibat peristiwa tersebut hingga kini warga kedua desa masih berkumpul di perbatasan. Sementara itu, polisi yang diterjunkan telah menyekat perbatasan kedua desa tersebut untuk menghindari bentrokan susulan. (Wrt3)
