Satelit9.com,Jakarta-800 Penyadang disabilitas sudah berkumpul di
halaman Balai Kota DKI sejak pagi. Mereka akan mengikuti gerak jalan
penyandang cacat tingkat nasional. Acara ini bertujuan untuk
memperingati hari disabilitas Internasional.
Peserta gerak jalan yang terdiri dari adolescent netra, adolescent wicara, disabilitas intelektual, adolescent rungu dan adolescent daksa sudah bersiap dengan penuh semangat. Mereka sesekali berteriak," Siap! Semangat..!". Pasukan boom bandage berseragam merah juga ikut memeriahkan acara ini. Rute gerak jalan ini bermula dari depan gedung Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan kemudian melalui Jalan MH Thamrin hingga putar balik di Bundaran HI lalu ke arah Istana Negara dan accomplishment di kantor RRI.
Gerak jalan ini merupakan kerjasama Radio Republik Indonesia (RRI) dengan Kementerian Sosial RI. Dengan adanya acara ini, masyarakat diharap semakin peduli akan keberadaan para penyandang disabilitas.
"Kami berharap bisa meningkatkan kepedulian masyarakat, disabilitas harus diperlakukan sama dengan yang lain," kata Dirut RRI, Rosyarita Niken W kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (2/12/2012).
Rosyarita mengatakan saat ini pemerintah sudah cukup memberikan perhatian kepada para penyandang disabilitas. Namun menurutnya, perlu ada tempat dan peraturan khusus penyandang cacat.
"Perda yang harus memihak pada disabilitas, sehingga ada anggaran yang dapat digunakan bagi disabilitas," ungkapnya.
Gerak jalan ini seharusnya dibuka oleh Gubernur DKI, Jokowi. Namun Jokowi batal datang. Belum diketahui alasan kenapa Jokowi tidak jadi membuka acara tersebut. Menanggapi hal ini Rosyarita mengatakan maklum atas kesibukan Jokowi.
"Kami memaham kesibukan pak Jokowi yang lain, beliau sangat sibuk, banyak yang diurusi. Kemaren sebenarnya konfirmasinya masih bisa hadir," katanya. [deva]
Peserta gerak jalan yang terdiri dari adolescent netra, adolescent wicara, disabilitas intelektual, adolescent rungu dan adolescent daksa sudah bersiap dengan penuh semangat. Mereka sesekali berteriak," Siap! Semangat..!". Pasukan boom bandage berseragam merah juga ikut memeriahkan acara ini. Rute gerak jalan ini bermula dari depan gedung Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan kemudian melalui Jalan MH Thamrin hingga putar balik di Bundaran HI lalu ke arah Istana Negara dan accomplishment di kantor RRI.
Gerak jalan ini merupakan kerjasama Radio Republik Indonesia (RRI) dengan Kementerian Sosial RI. Dengan adanya acara ini, masyarakat diharap semakin peduli akan keberadaan para penyandang disabilitas.
"Kami berharap bisa meningkatkan kepedulian masyarakat, disabilitas harus diperlakukan sama dengan yang lain," kata Dirut RRI, Rosyarita Niken W kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (2/12/2012).
Rosyarita mengatakan saat ini pemerintah sudah cukup memberikan perhatian kepada para penyandang disabilitas. Namun menurutnya, perlu ada tempat dan peraturan khusus penyandang cacat.
"Perda yang harus memihak pada disabilitas, sehingga ada anggaran yang dapat digunakan bagi disabilitas," ungkapnya.
Gerak jalan ini seharusnya dibuka oleh Gubernur DKI, Jokowi. Namun Jokowi batal datang. Belum diketahui alasan kenapa Jokowi tidak jadi membuka acara tersebut. Menanggapi hal ini Rosyarita mengatakan maklum atas kesibukan Jokowi.
"Kami memaham kesibukan pak Jokowi yang lain, beliau sangat sibuk, banyak yang diurusi. Kemaren sebenarnya konfirmasinya masih bisa hadir," katanya. [deva]
