Satelit9.com,Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak perlu
meminta subsidi pemerintah pusat untuk membiayai proyek accumulation
accelerated alteration (MRT).
Besarnya biaya yang dibutuhkan, baik dalam pembangunan maupun operasional MRT, dapat ditutupi dari kerja sama dengan pihak swasta.
Ketua Umum Masayarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan hal tersebut.
Pemprov DKI Jakarta seharusnya fokus mengolah celah bisnis dalam pengembangan MRT.
"Pak Jokowi jangan cepat menyerah untuk mencari pendapatan tambahan bagi MRT," ungkap Danang, Sabtu (1/12).
Kementerian Keuangan menolak usul Jokowi membagi pengembalian pinjaman pada angka 70-30.
Jokowi menilai penekanan beban subsidi tiket yang berat dapat dikurangi dengan membagi beban pengembalian investasi dengan pemerintah pusat.
Namun Jokowi mengaku akan tetap menegosiasikan angka pembagian beban tersebut menjadi 60-40.
Ia juga berencana melakukan renegosiasi dengan pemberi pinjaman yaitu Japan International Corporation Agency (JICA).
Menurut Danang, ada banyak cara untuk meningkatkan pendapatan MRT. "Stasiun ini kan bisa dikembangkan sebagai kawasan komersial. Di sana bisa dibangun kios, rumah susun. Itu bisa disewakan ke pedagang. Bisa juga di bundaran Hotel Indonesia, misalnya dibuatkan akses khusus ke Plaza Indonesia. Ini uang juga. Belum lagi via iklan. Banyak cara," papar Danang. [Vni ]
Besarnya biaya yang dibutuhkan, baik dalam pembangunan maupun operasional MRT, dapat ditutupi dari kerja sama dengan pihak swasta.
Ketua Umum Masayarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan hal tersebut.
Pemprov DKI Jakarta seharusnya fokus mengolah celah bisnis dalam pengembangan MRT.
"Pak Jokowi jangan cepat menyerah untuk mencari pendapatan tambahan bagi MRT," ungkap Danang, Sabtu (1/12).
Kementerian Keuangan menolak usul Jokowi membagi pengembalian pinjaman pada angka 70-30.
Jokowi menilai penekanan beban subsidi tiket yang berat dapat dikurangi dengan membagi beban pengembalian investasi dengan pemerintah pusat.
Namun Jokowi mengaku akan tetap menegosiasikan angka pembagian beban tersebut menjadi 60-40.
Ia juga berencana melakukan renegosiasi dengan pemberi pinjaman yaitu Japan International Corporation Agency (JICA).
Menurut Danang, ada banyak cara untuk meningkatkan pendapatan MRT. "Stasiun ini kan bisa dikembangkan sebagai kawasan komersial. Di sana bisa dibangun kios, rumah susun. Itu bisa disewakan ke pedagang. Bisa juga di bundaran Hotel Indonesia, misalnya dibuatkan akses khusus ke Plaza Indonesia. Ini uang juga. Belum lagi via iklan. Banyak cara," papar Danang. [Vni ]
