Satelit9.com,Manila, - Tim penyelamat Filipina terus melakukan pencarian para korban yang hilang menyusul musibah kapal feri yang tabrakan dengan kapal kargo. Lebih dari 200 orang hingga kini belum ditemukan. Sementara 26 orang dipastikan meninggal.
Kapal feri St. Thomas Aquinas tersebut mengangkut 870 penumpang dan kru ketika kecelakaan itu terjadi pada Jumat, 16 Agustus sekitar pukul 21.00 waktu setempat, di perairan dekat pelabuhan Cebu, kota terbesar kedua di Filipina. Kapal feri tersebut tenggelam dengan cepat usai tabrakan itu.
Kapal-kapal penjaga pantai dan militer serta kapal-kapal nelayan kemudian berhasil menyelamatkan lebih dari 600 orang.
Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/8/2013), awalnya Kapal feri MV St. Thomas Aquinas datang untuk merapat ke pelabuhan Cebu. Pada saat bersamaan kapal kargo Sulpicio Express 7 sedang bergerak meninggalkan pelabuhan untuk menuju ke Davao di Mindanao. Entah bagaimana penyebab pastinya, dua kapal tersebut bertubrukan.
Kapal MV St. Thomas Aquinas tenggelam. Sementara kapal kargo Sulpicio Express 7 yang mengangkut 36 kru, tidak tenggelam dalam insiden itu.
Hingga saat ini, sedikitnya 215 orang masih belum ditemukan dan 26 jasad telah ditemukan. "Kejadiannya sangat cepat, sekitar 10 menit sebelum feri tersebut tenggelam," kata wakil komandan penjaga pantai, Laksamana Laut Luis Tuason.
.jpg)