Satelit9.com Jakarta-Penataan taman Waduk Pluit, Jakarta Utara sudah menunjukkan progres yang baik. Kawasan yang sebelumnya kumuh, saat ini sudah bisa digunakan oleh warga untuk berinteraksi. Rencananya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, akan meresmikan Taman Waduk Pluit pada Sabtu (17/8) besok, usai mengikuti upacara kenegaraan memperingati HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Setelah Pak Gubernur upacara di Balaikota, beliau akan langsung meresmikan taman ini," ujar Heryanto, Koordinator Pelaksana Pasca-Darurat Banjir Waduk Pluit, Jumat (16/8).
Meski belum 100 persen rampung, kata Heryanto, namun taman Waduk Pluit sudah bisa digunakan warga untuk berinteraksi. "Sudah bisa digunakan sekarang, warga sekitar sudah bisa menikmati taman kota. Ratusan pohon sudah ditanam," lanjutnya.
Penataan taman tersebut merupakan tahap awal dimulainya pembangunan di sekitar bantaran Waduk Pluit. Selain taman, Pemprov DKI Jakarta juga berencana membangun penyulingan air bersih, tempat pemancingan, serta kawasan rekreasi. Semua itu sebagai upaya pengembalian fungsi waduk untuk mengatasi banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. "Ini baru pembangunan awal, masih banyak yang akan disediakan untuk mempercantik kawasan ini," ucapnya.
Taman tersebut berada di sisi barat Waduk Pluit. Berbagai pohon yang ditaman merupakan hasil sumbangan dari berbagai perusahaan swasta. Ada lebih dari 12 jenis pohon yang ditanam di sana, semuanya tanaman khas pesisir, misalnya pohon anggur laut (Coccoloba uvifera), kalpataru/keben (Barringtonia asiatica), trembesi (Samanea saman), dan ficus daun kecil (Ficus lyrata). Ada pula pohon jati (Tectona grandis) yang berjejer dan tumbuh lebih dari tiga tahun dengan tinggi tak kurang dari 5 meter.
Pohon-pohon itu ditanam cara selang-seling dengan jarak ideal. Pohon itu ditanam di kanan-kiri jalan beton selebar 3,5 beat untuk jalan inspeksi. Selain pohon, untuk mempercanti, bangku taman juga sudah terpasang disekitar taman. Bangku tersebut sama seperti yang terpasang di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, yang merupakan sumbangan dari pengusaha asal Solo.
"Setelah Pak Gubernur upacara di Balaikota, beliau akan langsung meresmikan taman ini," ujar Heryanto, Koordinator Pelaksana Pasca-Darurat Banjir Waduk Pluit, Jumat (16/8).
Meski belum 100 persen rampung, kata Heryanto, namun taman Waduk Pluit sudah bisa digunakan warga untuk berinteraksi. "Sudah bisa digunakan sekarang, warga sekitar sudah bisa menikmati taman kota. Ratusan pohon sudah ditanam," lanjutnya.
Penataan taman tersebut merupakan tahap awal dimulainya pembangunan di sekitar bantaran Waduk Pluit. Selain taman, Pemprov DKI Jakarta juga berencana membangun penyulingan air bersih, tempat pemancingan, serta kawasan rekreasi. Semua itu sebagai upaya pengembalian fungsi waduk untuk mengatasi banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. "Ini baru pembangunan awal, masih banyak yang akan disediakan untuk mempercantik kawasan ini," ucapnya.
Taman tersebut berada di sisi barat Waduk Pluit. Berbagai pohon yang ditaman merupakan hasil sumbangan dari berbagai perusahaan swasta. Ada lebih dari 12 jenis pohon yang ditanam di sana, semuanya tanaman khas pesisir, misalnya pohon anggur laut (Coccoloba uvifera), kalpataru/keben (Barringtonia asiatica), trembesi (Samanea saman), dan ficus daun kecil (Ficus lyrata). Ada pula pohon jati (Tectona grandis) yang berjejer dan tumbuh lebih dari tiga tahun dengan tinggi tak kurang dari 5 meter.
Pohon-pohon itu ditanam cara selang-seling dengan jarak ideal. Pohon itu ditanam di kanan-kiri jalan beton selebar 3,5 beat untuk jalan inspeksi. Selain pohon, untuk mempercanti, bangku taman juga sudah terpasang disekitar taman. Bangku tersebut sama seperti yang terpasang di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, yang merupakan sumbangan dari pengusaha asal Solo.
.jpg)