Satelit9.com Semarang, - Warga kampung Tambakharjo RT 02 RW 02
Kelurahan Tambakharjo, Kecamatan Semarang Barat dihebohkan dengan
peristiwa kebakaran yang melahap satu rumah, satu gudang mebel dan dua
truk. Sempat terdengar beberapa kali ledakan dari rumah milik korban.
Pemilik rumah dan gudang mebel, Tukibi (32) mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu ia dan keluarganya sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba hawa panas terasa dan ketika dilihat, api di gudang tepatnya tempat penyimpanan busa kursi sudah membumbung tinggi.
"Saya masih nonton televisi, ada istri, dua anak saya dan orang tua saya. Api sudah mengarah ke atap rumah," kata Tukibi di lokasi kejadian, Semarang, Jumat (9/8/2013).
Istri dan orang tua Tukibi langsung menyelamatkan diri ke luar rumah, sementara Tukibi menyelamatkan anak-anak yang masih berada di dalam, padahal saat itu api sudah membakar atap rumah.
"Api sudah besar di atap. Saya ambil anak-anak di dalam. Apinya cepat merambat," ujarnya.
Api juga menyambar toko kelontong milik Tukibi dan menyebabkan ledakan beberapa kali dari tabung LPG 3 kilogram yang berada di sana. Api yang semakin membesar juga menghanguskan peralatan pabrik beserta dua truk milik Tukibi.
"Sempat ada ledakan. Ada sekitar 20 tabung gas," imbuhnya.
Selain itu, satu annex pengisian air dan kandang berisi puluhan ayam milik Tumari juga hangus terbakar. "Isinya lebih dari dua puluh ayam. Ada 15 jerigen air dan dua gerobak yang terbakar. Saat kejadian saya masih di rumah, waktu sampai sini semua sudah habis," kata Tumari.
Sekitar pukul 21.00 WIB, tiga mobil pemadam kebakaran berhasil memadamkan seluruh api. Kapolsek Semarang Barat, Kompol Yani Permana mengatakan pihaknya dan tim Inafis Polrestabes Semarang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
"Kerugian sekitar Rp 750 juta-an. Masih dicari penyebabnya," katanya.
Namun menurut korban, Tukibi, penyebab kebakaran adalah konsleting listrik yang menyebabkan percikan dan membakar materi busa yang ada di gudangnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari rumah dan gudang yang terbakar.
Pemilik rumah dan gudang mebel, Tukibi (32) mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu ia dan keluarganya sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba hawa panas terasa dan ketika dilihat, api di gudang tepatnya tempat penyimpanan busa kursi sudah membumbung tinggi.
"Saya masih nonton televisi, ada istri, dua anak saya dan orang tua saya. Api sudah mengarah ke atap rumah," kata Tukibi di lokasi kejadian, Semarang, Jumat (9/8/2013).
Istri dan orang tua Tukibi langsung menyelamatkan diri ke luar rumah, sementara Tukibi menyelamatkan anak-anak yang masih berada di dalam, padahal saat itu api sudah membakar atap rumah.
"Api sudah besar di atap. Saya ambil anak-anak di dalam. Apinya cepat merambat," ujarnya.
Api juga menyambar toko kelontong milik Tukibi dan menyebabkan ledakan beberapa kali dari tabung LPG 3 kilogram yang berada di sana. Api yang semakin membesar juga menghanguskan peralatan pabrik beserta dua truk milik Tukibi.
"Sempat ada ledakan. Ada sekitar 20 tabung gas," imbuhnya.
Selain itu, satu annex pengisian air dan kandang berisi puluhan ayam milik Tumari juga hangus terbakar. "Isinya lebih dari dua puluh ayam. Ada 15 jerigen air dan dua gerobak yang terbakar. Saat kejadian saya masih di rumah, waktu sampai sini semua sudah habis," kata Tumari.
Sekitar pukul 21.00 WIB, tiga mobil pemadam kebakaran berhasil memadamkan seluruh api. Kapolsek Semarang Barat, Kompol Yani Permana mengatakan pihaknya dan tim Inafis Polrestabes Semarang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
"Kerugian sekitar Rp 750 juta-an. Masih dicari penyebabnya," katanya.
Namun menurut korban, Tukibi, penyebab kebakaran adalah konsleting listrik yang menyebabkan percikan dan membakar materi busa yang ada di gudangnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari rumah dan gudang yang terbakar.
