• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Calgub DKI Jokowi: Berambisi Bikin DKI Sebagai kota fashion, Seperti Paris

    Last Updated 2012-09-15T00:20:49Z


    Satelit9.com,Jakarta-alon Gubernur DKI Jakarta Jokowi berambisi, Jakarta menjadi kota avant-garde seperti kota-kota besar lain di dunia. Dan dia amat meyakini, hal itu bisa terujud karena Jakarta memiliki potensi sumber daya manusia dan ciri khas.
    "Tidak sulit apabila kita ingin membangun Jakarta sebagai kota fashion, seperti Paris. Kita punya potensinya kok," ujar Jokowi dalam perbincangan dengan Satelit9.com , di rumah dinasnya di Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah, belum absolutist ini.
    Ambisi itu pulalah yang menurut pengakuan Jokowi menjadi salah satu dasar masterplannya dalam membangun Ibu Kota dari segi ekonomi dan bisnis, bila dia memenangi putaran dua melawan cagub petahana Fauzi Bowo.
    "Yang penting adalah bagaimana kita membangun accession kota, membangun diferensiasinya. Kita bangun city-limits branding atas produk-produk yang ada di Jakarta," kata pria tersebut.
    Pusat bisnis aparel di Jakarta sudah tersedia di Tanah Abang dan Thamrin City. Sehingga, membangun reputasi dunia Jakarta dari breadth ini sangat dimungkinkan, katanya.
    "Kota appearance itu diferensiasinya apa? Cari pembandingnya. Kalau dunia punya kota approach Paris, kita juga harus bisa muncul, tapi dengan ciri khas lain, misalnya kalau (menurut) saya itu appearance busana muslim," katanya.
    Lebih lanjut, setelah ditentukan positioningnya, maka akan lebih mudah menggerakkan seluruh sektor bisnis di bawahnya untuk mengikuti apa yang telah ditentukan tersebut.
    "Semua pusat bisnis appearance diarahkan ke sana, mengarah kepada cast yang sedang dibangun," tegasnya.
    Tidak hanya dari segi appearance saja, lanjut Jokowi, dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi, Jakarta juga juga dapat berpotensi memiliki taman ilmu pengetahuan dan tehnologi seperti Silicon Valley di California, Amerika Serikat.
    "Kalau berbicara science and tech, sangat mungkin membangun techno esplanade yang besar, seperti Silicon Valley yang ada di Amerika," paparnya.
    Nantinya, di techno esplanade tersebut dapat menjadi tempat bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dari universitas untuk dapat dikembangkan sebagai embrio bisnis yang baru, tambahnya.
    "Itu harus dikerjakan, karena dari sana (techno park) kita bisa mengembangkan embrio bisnis baru yang muncul sebagai pemula-pemula pebisnis yang dapat menggerakkan perekonomian Jakarta," tandasnya.
    Bukan berarti tanpa PKL
    Konsep kota avant-garde yang dipikirkan Jokowi nyatanya tidak mengecualikan Pedagang Kaki Lima (PKL). Justru dia menilai, PKL bisa menjadi penyumbang pendapatan asli daerah cukup besar.
    Tentang PKL, Jokowi tidak mengelak ingin mengulang keberhasilannya dalam memberikan tempat yang layak bagi mereka seperti yang diterapkannya di Solo. "PKL itu harus diberikan tempat khusus, supaya teratur jadi kota juga terlihat indah dan rapi," ujar Wali Kota Solo tersebut.
    Diketahui, awal Agustus Jokowi meresmikan dua apartment khusus untuk PKL di Solo, yakni apartment PKL Manahan dan apartment PKL Pedaringan. Dari abstracts Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo pada 2011, PKL setidaknya menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp265 juta per tahun.
    "Jumlah ini meningkat dari tahun ke tahun, jadi sudah berikan keuntungan kepada kota, kok ya tidak diberikan perhatian khusus," katanya.
    Kota Solo sendiri menargetkan pada 2012 PAD yang dihasilkan oleh para PKL ini dapat meningkat menjadi Rp285 juta. "Ini adalah cara yang baik dan manusiawi, jadi PKL juga tidak uring-uringan setiap jualan karena takut diangkut sama Satpol PP," tegasnya.
    Birokrasi sehat yang utama
    Walau begitu, Jokowi menekankan bahwa tanpa birokrasi yang sehat dan efisien dalam pelayanan kepada masyarakat, Jakarta akan sulit menjadi kota avant-garde kelas dunia.
    Dengan jumlah personel birokrasi yang ada, bagaimanapun caranya harus membuat pelayanan masyarakat menjadi efektif dan efisien. "Birokrasi kita itu orangnya kan tidak mungkin kita potong toh. Karenanya, ya sudah, birokrasi yang ada itu yang dimanfaatkan sebaik mungkin," kata Jokowi.
    Terkait itulah, dirinya tetap menegaskan akan memperkerjakan pegawai yang mau melayani masyarakat yang akan dia pilih. “Saya itu membangun sistem, dan orang-orangnya harus mengikuti sistem, sudah itu saja," tandasnya
    Jadi, kata dia, bukan hanya memperketat birokrasi pemerintahan, dirinya juga mengusahakan agar pihak swasta mau bekerja sama untuk menciptakan sistem pelayanan yang baik, seperti halnya Rumah Sakit Swasta.
    Di Solo, Jokowi pernah mempopulerkan 'Kartu Sehat' yang diberikan kepada masyarakat tidak mampu untuk menanggung biaya kesehatannya. Ditekankan Jokowi, Kartu Sehat tersebut akan berlaku tidak hanya untuk RS Negeri saja tetapi juga untuk RS Swasta.
    Namun hal tersebut sempat memicu perdebatan karena beberapa RS Swasta enggan bekerja sama dengan ide tersebut, khawatir akan proses klaim pembayaran yang memakan waktu lama.
    Menanggapi hal tersebut, Jokowi menegaskan bahwa hal tersebut dapat diatasi dengan melakukan perombakan sistem pembayaran yang ada di Pemprov DKI.
    "Ya kita rombak sistem pembayarannya. Tidak hanya sistem itu, tapi juga sistem pelayanan KTP, sistem pelayanan izin, semua yang lama-lama itu harus dirombak," sebutnya.
    PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) yang sejak 2010 diterapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo pun menurutnya harus juga turut dirombak.
    "Ya mungkin pintunya satu. Tapi yang batten penting bukan pintu atau atapnya satu kan, yang batten penting adalah prakteknya, konkretnya seperti apa? Karena yang saya dengar masih banyak orang yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun urus ini-itu tidak kelar-kelar," tegasnya.
    Artinya, Jokowi menambahkan, orientasi yang ada jangan hanya kepada bisnis total. Tapi, kepada orientasi pelayanan bukan orientasi keuntungan, kalau orientasinya keuntungan silahkan swasta saja yang pegang," tandasnya.(@agus)
    Komentar
    • Calgub DKI Jokowi: Berambisi Bikin DKI Sebagai kota fashion, Seperti Paris

    Terkini

    Topic Popular