• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Kampanye putaran kedua DKI sekadar memperkuat Komitmen Warga

    Last Updated 2012-09-15T00:21:08Z


    Satelit9.com,Jakarta-Secara keseluruhan, kampanye hari pertama putaran kedua tak terlalu berpengaruh terhadap usaha mencuri hati pemilih. Hanya sekadar memperkuat komitmen kepada masyarakat.
    "Kampanye hari ini, sebenarnya sama saja dengan putaran pertama. Modelnya sama seperti yang lalu. Misalnya, Jokowi turun ke kampung-kampung. Sedangkan, Foke menyambangi beberapa tempat. Namun, sebenarnya kampanye kali ini tak terlalu berpengaruh. Dengan publikasi media dalam porsi cukup besar, sebetulnya masyarakat Jakarta sudah punya pilihan. Tinggal menunggu hari saja," ujar Pengamat Pemilu Jeirry Sumampouw di jakarta hari ini.
    Dikatakan Jeirry, kampanye kali ini hanya untuk memperkuat komitmen calon kepada masyarakat. "Waktu yang ada sangat terbatas, hanya tiga hari saja. Sedangkan, DKI cukup luas dengan hampir 7 juta pemilih. Saya rasa tak cukup menjangkau semua wilayah. Keduanya saya lihat memaksimalkan waktu yang ada untuk menjangkau kantong-kantong suara yang dalam putaran pertama belum sempat atau terlewat dikunjungi. Dan itu sangat efektif," tambahnya.
    Menurut Jeirry, kampanye SARA yang dikhawatirkan muncul dalam kampanye putaran kedua, ternyata tidak ada. "Saya mendapat informasi, apa yang kita khawatirkan seperti kampanye SARA tak terlihat hari ini. Secara keseluruhan kedua pasangan cukup efektif menjalankan kampanyenya hari ini," terangnya.
    Sementara itu soal debat antarpasangan calon, Jeirry pun menilai pengaruhnya tidak akan besar pada keterpilihan calon. Pasalnya, menurut dia, desain debat terlalu normatif dan cenderung tak mengeluarkan gagasan.
    "Lebih kepada percakapan. Desainnya terlalu santun. Ada panelis dan pertanyaan, lalu dijawab pasangan calon. Setelah dijawab, panelisnya terlalu sopan dan cenderung sudah cukup. Sehingga, hampir tak ada pengaruhnya terhadap pilihan orang," ungkapnya.
    Jeirry lantas mencontohkan debat dalam pemilihan pemimpin di Amerika Serikat. "Mereka punya calendar debat yang terstruktur. Dilakukan dalam kurun waktu yang bertahap. Ada beberapa kali debat dan per subyek. Misalnya, topiknya pendidikan, ya hanya masalah pendidikan saja yang dibahas. Baru pada calendar selanjutnya membahas masalah perkotaan atau ekonomi," paparnya.(@cool)
    Komentar
    • Kampanye putaran kedua DKI sekadar memperkuat Komitmen Warga

    Terkini

    Topic Popular