Satelit9.com, Ambon- Tiga orang terduga teroris yang ditangkap di Ambon, Maluku, beberapa waktu silam, dibawa ke Jakarta, Sabtu (15/9). Sementara empat orang yang ditangkap sebelumnya diserahkan kepada pihak keluarga karena tak terbukti terkait aksi terorisme.
Ketiga orang yang ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Polri dan Kepolisian Daerah Maluku di Ambon, beberapa waktu silam, itu diduga kuat kelompok jaringan Makassar wilayah Indonesia Timur. Mereka antara lain S, W, dan J alias Imran.
Mereka diterbangkan dari Bandara Internasional Pattimura Ambon oleh tim Densus 88 Mabes Polri. Meski dengan tangan diborgol, tak terlihat pengamanan khusus kepada ketiga terduga teroris. S dan W dibawa melalui pintu keberangkatan, sama seperti penumpang lainnya. Sementara J dimasukkan ke pesawat lewat pintu VIP. S dan W sempat berada di ruang tunggu bandara sebelum digiring ke pesawat.
Ketiga orang itu sebelumnya ditangkap Densus 88 Mabes Polri dan Polda Maluku di sejumlah tempat. J alias Imran dan S ditangkap di Kota Ambon, Ahad (9/9) silam, sedangkan W ditangkap di Kota Tual, Maluku, Kamis (13/9.
Ketiganya ditangkap terkait kepemilikan dua pucuk senjata api jenis MK-3, dan FNC. Dari ketiga tersangka juga ditemukan 3.000 butir amunisi, tujuh buah magazen, satu buah granat serta pelontar granat. Barang bukti tersebut ditemukan saat tim Densus 88 Mabes Polri dan Polda Maluku menggerebek rumah Imran di kawasan Gunung Malintang, Kota Ambon.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku Kombes Pol Herry Prastowo, dalam keterangan pers, menyatakan, ketiga terduga teroris itu diterbangkan ke Jakarta untuk kepentingan pengembangan penyelidikan dengan jaringan lainnya di luar Maluku.
Herry menyatakan berdasarkan hasil penyelidikan S berperan sebagai perantara, sementara Imran memasok senjata. Sedang W sebagai penghubung senjata dengan jaringan lainnya di luar Maluku, yakni di Makassar, masuk wilayah timur. Menurut Herry, selain menyimpan senjata api, mereka juga menggelar latihan perang di luar Maluku.(@eko)
