• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    WNI Ditembak, Pemerintah RI Harus Proaktif

    Last Updated 2012-09-14T23:46:22Z


    Satelit9.com-Lagi-lagi warga negara Indonesia ditembak mati di Malaysia. Tuduhannya hendak melakukan perampokan. Ada empat warga Indonesia yang tewas ditembak Polis Di RaJa Malaysia.
    Reaksi kita adalah apakah benar keempat warga Indonesia itu melakukan tindakan kriminal. Apalagi ketika kita melihat reaksi dari keluarga. Istri Jony yang menjadi salah satu korban, merasa yakin bahwa suaminya bukanlah seorang penjahat.
    Sang istri merasa aneh melihat kondisi dari suaminya. Kondisinya sudah tidak utuh dan begitu banyak jahitan di bagian tubuh korban. Ia menduga bahwa suaminya menjadi korban jual-beli agency tubuh.
    Kita tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi. Sepantasnya apabila pemerintah hadir untuk memberikan penjelasan yang lengkap, khususnya kepada keluarga korban. Pemerintah harus meminta informasi kepada Pemerintah Malaysia mengenai kasus yang sebenarnya terjadi.
    Pertanyaan keluarga korban sangatlah wajar. Sebab, mereka tiba-tiba harus kehilangan anggota keluarga yang mereka kasihi. Bahkan bukan hanya harus kehilangan sanak keluarga, tetapi mendapatkan cap yang tidak enak yakni meninggal sebagai penjahat.
    Bukan baru pertama kali ini, warga Indonesia mendapat perlakuan yang tidak manusiawi. Setiap kali terjadi hal-hal yang berkaitan dengan warga negara Indonesia, selalu perlakuan yang diterima sangatlah menyakitkan.
    Selama ini pemerintah selalu diam dan tidak melakukan pembelaan. Akibatnya, sering warga negara Indonesia diperlakukan secara terhina ketika sedang berada di Malaysia. Selalu tuduhannya, warga Indonesia melakukan tindakan kriminal.
    Kita tentu belum lupa ketika ada wasit karate Indonesia yang sedang bertugas di amphitheatre SEA Games. Ketika sedang berjalan-jalan di kawasan perbelanjaan dipukuli Polis Di Raja Malaysia karena dianggap sebagai penjahat. Kebetulan wasit Indonesia tidak membawa paspor.
    Kali ini seharusnya pemerintah berani membela warganya. Tidak harus membenarkan tindakan yang dilakukan warga Indonesia yang ditembak mati di Malaysia itu. Tetapi tahu jelas peristiwa yang sebenarnya terjadi dan di backbone posisi warga Indonesia itu.
    Ketegasan pemerintah untuk mencari tahu duduk perkara dari persoalan penting agar warga kita tidak diperlakukan sewenang-wenang. Kita sebagai bangsa tidak pernah memperlakukan warga Malaysia secara tidak terhormat. Kita selalu menempatkan sebagai saudara dekat yang pantas dihargai.
    Tidak ada bangsa serumpun yang memperlakukan bangsa Indonesia seperti yang dilakukan bangsa Malaysia. Masyarakat Brunei Darussalam menghormati orang Indonesia seperti layaknya saudara yang bertetangga.
    Hubungan kita dengan Malaysia memang pernah buruk di tahun 1962. Namun setelah tahun 1967, kita menjadi tetangga yang baik. Kedua bangsa saling menghormati dan bahkan secara rutin melakukan pertukaran kunjungan di antara kedua bangsa.
    Baru setelah era Orde Baru berganti, hubungan itu menjadi memburuk. Kedua bangsa menjadi lebih sering terlibat dalam perselisihan. Terutama penghormatan bangsa Malaysia kepada bangsa Indonesia begitu merendahkannya.
    Pembiaran yang dilakukan pemerintah membuat tindakan yang dilakukan masyarakat Malaysia semakin menjadi-jadi. Bahkan aparat Pemerintah Malaysia pun sering memperlakukan warga Indonesia secara sewenang-wenang.
    Kita tentu tidak boleh membiarkan keadaan ini terus terjadi. Bukan berarti kita harus marah-marah dan membalas perlakukan yang tidak manusiawi kepada warga Malaysia. Namun kita harus membangun hubungan yang saling menghormati.
    Tentu bisa saja terjadi hal-hal yang tidak sepantasnya yang dilakukan oleh warga kedua bangsa. Namun kita tentunya bisa menemukan cara yang lebih bermartabat. Apalagi kita pernah memiliki hubungan yang begitu baik di masa lalu.
    Komentar
    • WNI Ditembak, Pemerintah RI Harus Proaktif

    Terkini

    Topic Popular