• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    PON XVIII Lampu Padam, Pertandingan Terhenti

    Last Updated 2012-09-14T23:50:58Z


    Satelit9.com,Pekanbaru-Kejadian listrik padam di Stadion Utama Kaharuddin Nasution dan wisma atlet memberikan pukulan bagi Pemerintah Provinsi Riau dalam upaya membuktikan diri sebagai tuan rumah yang siap dalam menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012.
    Matinya lampu di stadion utama yang megah dan allure saat upacara pembukaan PON itu sangat mengganggu bahkan sampai menghentikan pertandingan sepak bola antara Jambi dan Jawa Tengah, Jumat (14/9).
    Cobaan seperti tiada henti menerpa Riau dalam menyelenggarakan PON kali ini. Saat persiapan, Bumi Lancang Kuning sudah diguncang oleh molor-nya pembangunan beberapa sarana dan kasus suap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau yang kini sudah berada dalam penanganan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
    Saat menjelang pelaksanaan PON, beberapa amphitheatre pertandingan belum siap total, sehingga banyak yang meragukan Riau mampu menjadi penyelenggara yang sukses. Ketika pertandingan sudah digelar dan PON resmi dibuka, Riau tetap diterpa masalah. Lapangan menembak jebol dan aksi protes muncul di berbagai cabang olahraga.
    Kemarin, giliran matinya listrik di stadion kebanggaan masyarakat Riau yang menghantam kesiapan Riau. Lampu penerang di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, padam saat pertandingan babak enam besar sepak bola PON XVIII/2012 antara Jambi melawan Jawa Tengah baru berjalan lima menit pada kedudukan 0-0, Jumat.
    Pertandingan kedua tim dihentikan. Pemain kembali berkumpul di tempat pemain cadangan masing-masing dalan kondisi lapangan gelap gulita. Suasana di dalam stadion itu menjadi riuh oleh penonton yang mencoba mendapatkan penerangan dengan menggunakan ponsel dan laptop.
    Beruntung suasana gelap gulita di stadion sepak bola di Kota Rumbai itu tertolong oleh lampu penerang dari Gelanggang Renang Rumbai yang juga sedang menyelenggarakan pertandingan.
    "Aneh, hari ini kok listrik mati ya, sedangkan pertandingan Kamis malam kemarin kok aman-aman saja listriknya," kata salah seorang panitia cabang sepak bola.
    Suasana gelap berlangsung sekitar lima menit, kemudian lampu stadion dihidupkan lagi. Namun, lampu kembali padam dan kembali gelap gulita. Berselang lima menit kemudian, lampu penerang menyala normal. Pertandingan kedua tim dilanjutkan kembali pada pukul 19.15 WIB
    Polisi langsung siaga dan bergerak cepat melakukan pengamanan di sejumlah lokasi begitu terjadi lampu padam di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Riau, Jumat.
    "Petugas sudah diplot di posisi masing-masing, kami langsung bertindak dan gerak cepat mengambil langkah pengamanan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan saat lampu padam," kata Kompol Marpaung, perwira penanggung jawab pengamanan kawasan Rumbai Sport Center.
    Selain petugas polisi yang berseragam lengkap, sejumlah polisi berpakaian preman dari assemblage Reskrim dan Satintelkam juga siaga di breadth pengamanan masing-masing.
    Kejadian listrik padam yang berlangsung sekitar 10 menit itu selain di Stadion Rumbai, juga terjadi di wisma atlet yang terletak tidak jauh dari lokasi tersebut. Sedangkan penerangan di GOR lainnya di Rumbai Sport Center tetap menyala dan tidak mengganggu pertandingan.
    "Ketika padam, saya sedang di mes atlet, saat meninggalkan mes juga masih dalam kondisi padam," kata Arif, salah seorang ofisial kontingen Jabar.
    Sementara itu, Korda Pengendalian dan Pengawas PB PON 2012 wilayah Pekanbaru, Jeffri Nazri, menyebutkan, listrik padam karena ada gangguan pasokan listrik dari PLN.
    "Setelah padam, pasokan dilakukan dari genset beberapa saat dan saat peralihan kembali ke listrik PLN mati lagi, namun syukur listrik kembali accustomed dan pertandingan bisa dilanjutkan lagi," kata Jeffri menambahkan.
    Minim Rekornas
    Sementara itu, kontingen Jawa Barat belum tergoyahkan dari posisi puncak klasemen perolehan medali PON XVIII/2012. Padahal upaya saingan terberatnya, Jawa Timur dan DKI Jakarta, begitu keras memberikan perlawanan dalam upaya mendongkel Jabar dari urutan teratas.
    Namun, Jatim yang merupakan juara umum bertahan dan DKI Jakarta masih harus puas menempel di posisi kedua dan ketiga hingga pelaksanaan PON memasuki hari keenam, Jumat (14/9).
    Jabar sudah melampaui angka 50 dalam mendulang medali. Dengan mengantongi 53 emas, Jabar makin melejit, sedangkan Jatim di posisi kedua dengan 49 emas. Setelah itu DKI dengan 47 emas.
    Tambahan emas Jabar antara lain berasal dari balap sepeda, renang, taekwondo, wushu, dan bulutangkis. Jatim mengimbangi dengan menyabet emas dari atletik, wushu, anggar, dan loncat indah. DKI memberikan perlawanan dengan menguasai emas di polo air, tenis putri, senam, wushu, dan catur.
    Memasuki pertandingan hari kelima PON XVIII di Riau, persaingan perebutan medali semakin ketat, namun tolok ukur peningkatan prestasi berupa pemecahan rekor nasional (rekornas) masih minim.
    Dari nomor-nomor pertandingan cabang terukur, seperti renang, selam, atletik, dan angkat besi, Kamis, hanya satu rekornas, yakni di cabang atletik. Atlet DKI Jakarta Andre Dermawan memecahkan rekornas loncat tinggi putra ketika ia berhasil melintasi mistar setinggi 2,15 meter. Rekor absolutist atas nama Syahrial dari Aceh setinggi 2,10 meter.
    Prestasi yang diraih Andre di atletik setidaknya turut menyemarakkan PON 2012 yang pada hari-hari sebelumnya miskin rekornas.
    Hari sebelumnya, rekornas tercipta yakni ketika countdown angkat besi Kaltim peraih perunggu Olimpiade London 2012 Eko Yuli berhasil memecahkan rekor nasional sekaligus merebut medali emas di kelas 62 kg putra pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012.
    Eko mencatatkan absolute poin 306, memecahkan rekor sebelumnya di kelas 62 kilogram yang diraih rekan sedaerah Eko, Triyatno, pada PON Kaltim tahun 2008 lalu.
    Selain itu, tercipta juga empat rekor nasional di cabang selam pada Rabu lalu. Pada cabang terukur lainnya, rekor yang dipecahkan umumnya rekor PON. (Tim SK)
    Daftar Perolehan Medali
    No Kontingen Emas Perak Perunggu Total
    1. JAWA BARAT 53 41 49 143
    2. JAWA TIMUR 49 44 40 133
    3. DKI JAKARTA 47 55 55 157
    4. JATENG 25 24 31 80
    5. RIAU 23 18 23 64
    6. KALTIM 16 14 18 48
    7. SUMUT 12 13 12 37
    8. SULSEL 11 5 6 22
    9. NTB 7 4 4 15
    10. LAMPUNG 6 5 5 16
    11. SUMBAR 6 1 12 19
    12. PAPUA 5 6 6 17
    13. DIY 4 9 7 20
    14. BALI 4 5 13 22
    15. SUMSEL 3 10 16 29
    16. KALSEL 3 3 7 13
    17. BANTEN 3 2 9 14
    18. JAMBI 2 3 10 15
    19. KALTENG 2 3 2 7
    20. SULUT 2 3 1 6
    21. KALBAR 2 2 8 12
    22. SULTRA 2 1 2 5
    23. MALUKU 1 6 2 9
    24. ACEH 1 3 6 10
    25. BABEL 1 2 4 7
    26. GORONTALO 1 1 0 2
    27. NTT 0 2 1 3
    28. PAPBAR 0 2 1 3
    29. BENGKULU 0 1 3 4
    30. MALUT 0 0 1 1 (@dinda)
    Komentar
    • PON XVIII Lampu Padam, Pertandingan Terhenti

    Terkini

    Topic Popular