Satelit9.com,Poso-Polri memastikan peristiwa ledakan bom rakitan di sebuah rumah milik Okry Mamuaya, di Kelurahan Kawua, Kecamatan Poso Kota Selatan, Selasa (9/10) terkait dengan kelompok tersangka teroris Solo pimpinan Baderi Hartono alias Toni alias BH. Baderi merupakan tokoh sentral dari kelompok teroris Tambora, Beji dan Bojonggede, Thoriq Cs.Jaringan Solo ini, diduga kuat ikut terlibat dalam pelatihan teror di Poso. Bahkan kata Boy, dua orang pelaku peledakan bom di Poso, kemarin (9/10), juga diduga kuat sebagai bagian dari pelatihan teror di Poso, yang dipimpin Santoso (DPO).
"Pelaku gunakan sepeda motor, ada dua pelaku. Kita ketahui hal ini tentu berkait aktivitas kelompok yang diduga ikut pelatihan teror di Poso. Bahkan kemarin, pelaku yang sudah di tangkap Imron merupakan tokoh penting yang berhubungan dengan Santoso, orang penyambung kelompok yang ditangkap di Solo. fasilitasi pelatihan di Poso, juga dengan Santoso," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Rabu (10/10).
Imron diketahui sebagai tokoh kelompok Poso-Depok, Thoriq Cs. Imron diduga berperan sebagai kurir kelompok Santoso. Ia mencari dan membeli senjata untuk kelompok tersebut. Imron juga diduga fasilitator latihan militer di Poso.
Selain itu, Imron diduga pernah belajar merakit bom di kelompoknya di Solo, Jawa Tengah, dan kelompok Thorik yang terlibat ledakan di Beji, Depok, Jawa Barat. Imron juga disebut berulang kali merampok untuk mendanai aksi teror di Sulawesi Tengah. Dalam aksinya, ia menggunakan senjata Revolver.
Boy menambahkan, selain Imron, Densus 88 juga menangkap Sofyan alias Achong. Ia merupakan salah seorang yang jabur sebelum ledakan bom rakitan di Beji, Depok, beberapa waktu lalu. Dimana, ledakan tersebut menewaskan Wahyu Ristianto.
"Bersangkutan tokoh penting, dari kelompok Thoriq cs," tambah Boy.
Paska ledakan di Poso, Selasa kemarin (9/10), polisi menurunkan tim Inafis, Labfor dan Densus 88 untuk lakukan olah TKP, sebagai bagian penyelidikan.
"Tim sedang kejar DPO yangg tersisa, dari kelompok Thoriq dan Baderi. Termasuk DPO Santoso," pungkas Boy.(haris)