Satelit9.com,Rakhine-Jumlah pengungsi akibat kerusuhan etnis di Rakhine, Myanmar, Selasa (30/10), meningkat hingga 28 ribu orang. Angka ini lebih besar dari abstracts terakhir yang dirilis Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Peningkatan jumlah pengungsi pascabentrokan antaretnis Buddha Rakhine dan Muslim Rohingya itu menyebabkan Pemerintah Myanmar mengerahkan pasukan keamanan ke sejumlah lokasi kerusuhan. Pemerintah Myanmar mengungkapkan telah terjadi kerusakan besar-besaran akibat konflik tersebut.
Sementara warga di wilayah Mrauk U town, Myanmar, masih ketakutan dengan dampak susulan pascabentrokan antaretnis tersebut. Mereka berharap dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan kembali hidup normal.
Lebih dari tiga rumah warga dilaporkan rusak akibat kerusuhan Juni lalu. Peristiwa berdarah kali ini menewaskan 86 orang. Setelah negosiasi panjang, Pemerintah Myanmar akhirnya membuka ruang bagi dunia internasional untuk memberikan bantuan bagi para pengungsi Rohingya.(java)
