![]() |
| Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo |
Demikian disampaikan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dalam kunjungannya di Cilacap, Sabtu (18/2). “ Saya berharap jangan impor beras, di Jawa Tengah kita cukup,” katanya.
Bibit menambahkan, kebijakan impor beras harus dikurangi untuk memberdayakan potensi Indonesia, namun pemerintah pusat harus memiliki komitmen untuk memajukan pertanian di Indonesia.
“Menurut saya tidak perlu impor. Caranya, kita modernisasi pertanian di Indonesia, misalnya peralatan, ketersediaan pupuk, benih yang bagus, dan perbaikan irigasi,”tambah Bibit.
Meski begitu, Bibit juga mengakui sulit membendung beras impor agar tidak masuk wilayah Jateng. Dia menyebut beras impor sebaiknya ditujukan untuk wilayah yang benar-benar membutuhkan.
“Di Jawa Tengah, 'moving' beras antarwilayah sudah sangat cukup, sangat tenang, dan kuat. Apa mesti harus memasukkan beras impor,” tambahnya.
Produksi beras di Jateng tahun 2011 mengalami surplus hingga sebesar 2,6 juta ton, meski jumlah tersebut terhitung turun akibat masa tanamnya mundur akibat pengaruh cuaca ekstrem. Sementara untuk tahun 2012 produksi beras Jateng akan mencapau 3,1 juta ton
