![]() |
| Ilustasi Puting Beliung |
"Saat ini angin puting beliung masih berpotensi terjadi di Cilacap dan Banyumas, karena adanya pembentukan awan konvektif atau awan CB cumulunimbus," kata pengamat cuaca Stasiun Meteorologi Badan Meteoroli, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap Mas Pudjiono, Senin (27/2).
Menurutnya, saat ini pembetukan awan konvektif atau cumulunimbus masih terjadi. Awan tersebut terbentuk karena penguapan tinggi, sebab posisi matahari berada di wilayah atas Jawa.
"Matahari yang berada di lintang atas Jawa membuat penguapan tinggi dan menumbuhkan awan konvektif. Awan konvektif inilah berpotensi menimbulkan angin puting beliung dan petir. Oleh karena itu, kami meminta warga agar tetap waspada," ujar Pudjiono.
Terjangan angin puting beliung terakhir terjadi pada Minggu (26/2) di Desa Padangsari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun angin memorakporandakan puluhan atap rumah penduduk. "Angin puting beliung juga terjadi di Pesahangan, Kecamatan Cimanggu pada Sabtu (24/2). Namun, dampaknya tidak terlalu besar," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Suherman.
