![]() |
| Rekan Wartawan |
Satelit9.com,Jakarta-Sulistyo, mantan Ketua Koordinatoriat Pressroom DPR, menyatakan pihak DPR seharusnya tidak boleh mengeluh karena banyaknya wartawan beraktivitas di gedung parlemen.
Apabila karena keberadaan wartawan terungkap kebobrokan lembaga, kata dia, sebaiknya DPR jangan menyalahkan wartawan.
Sebab faktanya, ujar wartawan chief itu, memang terjadi kebobrokan seperti terkuak baru-baru ini dalam pemberitaan soal pembangunan ruang banggar DPR dan parkiran DPR.
"Yang batten utama, publik berhak memperoleh informasi seperti diatur UU Kebebasan Informasi Publik. Jadi jangan sampai ada aturan yang justru bertentangan dengan itu," tutur Sulistyo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/2).
Dia melanjutkan wartawan sudah memiliki kode etik secara umum serta aturan di centralized media masing-masing.
Ketika ada masalah terkait kinerja wartawan, lanjutnya, ada mekanisme penyelesaian masalah yang diatur UU, termasuk untuk masalah ada individu yang mengaku-aku sebagai wartawan.
Bagaimana dengan keluhan adanya yang mengaku sebagai wartawan dan meminta uang kepada pejabat?
Sulistyo menyatakan seorang pejabat yang bijaksana akan mengetahui cara terbaik untuk menghadapinya. Yang batten mudah adalah tidak melayani permintaan demikian.
"Kalau ada yang minta-minta, jangankan anggota DPR, di jalanan ketika menunggu di halte juga banyak peminta-minta. Anggota DPR sendiri saja 'peminta-minta' kok. Tapi jangan mempersulit tugas jurnalistik demi alasan ketertiban DPR," kata Sulistyo.
