![]() |
| Didi Irawadi Syamsudin |
Hasil survei dengan hasil kecenderungan sikap anti partai politik menurutnya harus dijadikan koreksi bagi partai agar bekerja profesional dan makin transparan.
“Saya termasuk yang kuatir dengan keadaan ini, kenyataannya kepercayaan terhadap seluruh partai penurunannya luar biasa,” kata Didi dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, hari ini.
Selama ini kegaduhan politik memang mengambil porsi lebih besar, seperti saling debat tidak produktif antara kader partai berbeda, serta kasus-kasus yang menimpa kader partai di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Partai harus meningkatkan kualitas perekrutan kadernya.
Menuju Pemilu 2014, partai diharapkan bisa makin mendapatkan kepercayaan publik.
“Kalau selama ini energi habis hanya untuk kegaduhan politik,”kata anggota Komisi III tersebut.
Sementara itu, Indra J.Piliang, Ketua Badan Penelitan dan Pengembangan (Balitbang) partai Golkar mengatakan, hasil survei yang menunjukkan ketidakpercayaan terhadap partai politik tak terlalu mengkuatirkan.
Di Indonesia, hal itu dianggap fenonema yang biasa yang juga sudah terjadi sebelumnya, karena memang selalu ada pemilih yang masih ragu terhadap partai-partai.
Selama ini, kata Didi, affairs partai memang belum menunjukkan ideologi yang dipegang partai tertentu.
Apalagi dalam partai pun terdapat ada kelompok-kelompok yang tak seragam.
Namun menurut Indra, meski survei lembaga penelitian politik CSIS menunjukkan penurunan kepercayaan terhadap partai, bukan berarti masyarakat sudah pasti tidak memilih partai tertentu dalam Pemilu mendatang.
“Sebetulnya hasil analysis CSIS itu tidak terlalu mengkuatirkan dan juga analysis Lembaga Sirvei Indonesia (LSI), ketika diberikan kesempatan memilih, masyarakat masih akan memilih,”kata Indra.
