![]() |
| Perayaan Nyepi |
Kegiatan pawai ogoh-ogoh yang merupakan bagian dari ritual perayaan Nyepi melibatkan desa adat atau desa pekraman di Denpasar. "Untuk kelancaran pawai, beberapa ruas jalan protokol di Denpasar ditutup sejak pukul 16.00," kata Kasubag Humas Polresta Denpasar Ajun Komisaris Ida Bagus Made Sarjana, Kamis (22/3).
Dengan penutupan akses beberapa ruas jalan dipastikan akan terjadi kemacetan parah hingga pawai berakhir yang dijadwalkan pukul 21.00. "Polda telah mengarahkan 1.153 personel untuk mengamankan dan membantu kelancaran pawai ogoh-ogoh dan perayaan Nyepi di Bali," kata Sarjana.
Selain itu, dikerahkan pula dua pleton Pengendali Massa (Dalmas) dan Tim Gegana Brimobda Polda Bali. Pasukan Gegana ditempatkan di empat titik, yakni Lapangan Puputan Badung, Nusa Dua, Kuta, dan Ubud (Gianyar). Jajaran kepolisian juga disiagakan di titik kerawanan saat malam pengrupukan atau menjelang Nyepi. Ogoh-ogoh yang merupakan simbol kejahatan dan perusak akan dibakar beramai-ramai oleh umat Hindu.
Sementara itu, kemacetan lalu lintas dipastikan akan terjadi di seputar Catur Muka Lapangan Puputan Badung, Jalan Veteran, Surapati, Udayana, dan Gajah Mada Timur. Semua arus menuju simpang Catur Muka, ujar Sarjana, akan ditutup total. Arus lalu lintas selanjutnya akan dialihkan ke jalur lain.
Beberapa ruas jalan yang ditutup seperti Simpang Gajah Mada-Arjuna ditutup ke arah timur dan dialihkan ke selatan atau menuju Jalan Sumatra. "Simpang Hasanudin menuju Debes ditutup ke utara dan dialihkan ke selatan Sutoyo," imbuhnya.
Demikian juga Jalan Letda Regug ditutup sehingga jalur ke barat, lalu lintasnya dialihkan ke selatan menuju Jalan Sudirman. Sebagai dampak penutupan dan pengalihan lalu lintas, katanya, akan terjadi kamacetan di Jalan Hasanudin, MH Tamrin, Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan Supratman.
"Kemacetan kami perkirakan mulai pukul 17 sampai 21.00, karena setiap lingkungan atau banjar membuat basal satu ogoh-ogoh yang akan diarak di lingkungan masing-masing," tandas Sarjana.
