![]() |
| Gunung Merapi |
Satelit9.com,Magelang-Sejumlah pendaki terjebak di lereng Gunung Merapi akibat cuaca buruk sejak Jumat abscessed hingga Sabtu.
Anggota tim ekspedisi Gunung Merapi Magelang, Zainal Arifin, di Magelang, Sabtu (3/3/2012) mengatakan, para pendaki yang terjebak berasal dari tim ekspedisi Gunung Merapi Magelang, empat pendaki profesional dari Polandia, dan lima mahasiswa dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Zainal mengatakan, para pendaki terjebak cuaca yang sangat ekstrem ketika memasuki Pos 2 Gunung Merapi di kawasan Seloklopo Atas. Daerah tersebut hanya berjarak sekitar 45 menit dari Pasar Bubar dan dua jam perjalanan ke puncak Gunung Merapi. “Hujan sangat deras dan angin kencang. Kami kesulitan melanjutkan perjalanan dan kemudian berlindung di Gua Londo,” katanya.
Tim ekspedisi Gunung Merapi Magelang merupakan gabungan antara komunitas relawan pemantau lahar Linang Sayang Comunication (LSC), Tim SAR (Search And Rescue) Kabupaten Magelang, Forum Jurnalis Magelang (FJM) dan GP Ansor.
Mereka melakukan ekspedisi untuk mengetahui kondisi kawah terkini Gunung Merapi dan endapan actual hasil erupsi 2010 yang berpotensi memicu banjir lahar.
Tim ekspedisi Gunung Merapi Magelang terdiri atas 22 orang, 19 orang di antaranya mendaki ke Merapi dan tiga personil lain bertugas sebagai tim accomplishment dengan mendirikan “basecamp” di dekat Pos Pemantau Gunung Merapi Selo, Boyolali.
Sebanyak tujuh personel tim ekspedisi mengalami penurunan kondisi kesehatan sehingga memutuskan turun lebih dahulu. Sebanyak dua orang di antara mereka bahkan mengalami keram kaki dan perut akibat terus menerus kehujanan dan terkena angin kencang.
Pendaki yang lain tetap melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Merapi setelah cuaca sedikit membaik. Namun, belum sampai di kawasan Pasar Bubar kondisi cuaca kembali memburuk. Mereka akhirnya memutuskan pendakian dihentikan di Pos 2 di kawasan yang disebut Seloklopo Atas
