• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Dilindungi 3 Penyidik dan seorang pemimpin KPK

    Last Updated 2012-03-13T20:52:56Z

    Ilustrasi
    Satelit9.com-Siapa yang tidak kenal Anas Urbaningrum yang Selama ini Anas dikenal santun berbicara. Nada suaranya selalu datar, tidak meledak-ledak. Dia tidak mudah terpancing atau emosional. Dia juga bukan seorang orator yang piawai. Anas lebih dikesankan sebagai seorang intelektual daripada politikus.

    Namun, pernyataan 'gantung Anas di Monas' menunjukkan sesuatu telah berubah dalam diri Ketua Umum Partai Demokrat itu. Mungkin saja Anas panik menghadapi gempuran bertubi-tubi dalam hampir satu tahun terakhir sejak Nazaruddin menjadi buron hingga kini disidangkan.

    Nazaruddin yakin 100% Anas terlibat proyek Hambalang. Dia bahkan siap disumpah pocong bahwa Anas-lah yang mengatur proyek Hambalang. Anas pula yang disebut berjasa mengurus sertifikat tanah Hambalang. Dana fee proyek Hambalang itulah, kata Nazaruddin, antara lain dibagi-bagikan untuk memenangkan Anas menjadi ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010.Anas Urbaningrum ogah menjawab kemungkinan melakukan pembuktian terbalik harta kekayaannya.

    TERDAKWA kasus korupsi Wisma Atlet M Nazaruddin kembali menyerang bekas bosnya di Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Ia menuding Anas berani mengatakan tidak korupsi sebab dilindungi tiga penyidik  dan seorang pemimpin  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Tuduhan itu dilontarkan Nazaruddin saat rehat sidang terhadap dirinya dengan agenda keterangan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, kemarin. Ia menyebut nama ketiga penyidik, yakni Taufik, Arief, dan Novel. Namun Nazaruddin tidak mengungkapkan siapa pemimpin KPK dimaksud.

    "Kalau penyidiknya masih tetap itu, kasus ini tak akan melebar sampai ke Anas. Percayalah, karena Novel, Taufik, dan Arief ialah orang-orang yang selama ini ketemu kita sebelum adanya kasus ini," ujar Nazaruddin.

    Menurutnya, ketiga penyidik merupakan orang titipan Anas lewat mantan Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah. Nazaruddin menguraikan, sebelum kabur ke Singapura, ia melakukan pertemuan intens dengan ketiga penyidik, Chandra, dan Anas. Pertemuan itu dalam rangka merancang strategi untuk menghadapi kasus Wisma Atlet.

    Novel yang kemarin memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan Nazaruddin membantah tuduhan tersebut. Ia menepis dekat dengan Anas maupun Nazaruddin. "Dekat dari mana? Enggaklah. Saya bekerja secara profesional," tegasnya.

    Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan Nazaruddin pernah melaporkan tudingan terhadap Chandra itu dan yang bersangkutan sudah membantah. "Jadi tidak ada masalah."

    Seperti yang sudah-sudah, Anas juga menampik pernyataan Nazaruddin. “Kalau menyangkut proses hukum, silakan diproses sesuai hukum yang berlaku. Saya tidak mau menanggapi satu per satu, nantinya seperti berbalas pantun,” tukasnya di sela Pembukaan Pendidikan dan Latihan Search and Rescue (SAR) Nasional Angkatan I Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.

    Bantahan itu sekaligus untuk menanggapi keterangan Ketua DPC Partai Demokrat Boalemo, Gorontalo, periode 2007-2011, Ismiyati Saidi. Ismiyati mengaku menerima secara bertahap uang Rp30 juta dan US$7.000 untuk memenangkan Anas pada pemilihan ketua umum di Bandung pada 2010. Namun, ia tak tahu asal uang tersebut.

    “Saya berhadap Anda tidak membantu para peternak fitnah,” cetus Anas. Namun, Anas tidak menjawab kemungkinan melakukan pembuktian terbalik harta kekayaannya untuk membuktikan bahwa ia tidak terlibat dalam kasus Wisma Atlet dan proyek Hambalang.

    Pada Jumat (9/3), Anas menantang dengan menyatakan siap digantung di Monas jika korupsi satu rupiah pun dari proyek Hambalang. Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latief menilai Anas berani sesumbar karena ia sudah bisa menghitung langkah KPK atas kasus suap Wisma Atlet dan proyek Hambalang yang dikaitkan dengan namanya.

    Ada pula yang menilai Anas sudah panik. Namun, Nazaruddin yang pernah menantang Anas sumpah pocong yakin Anas akan termakan omongannya. "Anas benar-benar akan digantung karena dia benar-benar menerima. Proyek Hambalang kan bisa jalan karena Anas."
    Komentar
    • Dilindungi 3 Penyidik dan seorang pemimpin KPK

    Terkini

    Topic Popular