![]() |
| Ilustrasi |
Satelit9.com,Klaten-Harga gabah petani di Klaten, Jawa Tengah, anjlok lagi menjadi Rp2.800 per kilogram. Anjloknya harga gabah itu justru setelah terbit kebijakan baru HPP (harga pembelian pemerintah) beras dan gabah.
"Harga jual gabah kering di sawah anjlok lagi. Sekarang hanya Rp2.800 per kilogram. Padahal sebelum keluar HPP baru Rp3.800," kata Rubiman, petani di Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan, Kamis (1/3).
Ia menyatakan hasil panen raya ini terpaksa dijual rugi karena terdesak kebutuhan termasuk untuk biaya mengolah sawah pascapanen. Menurutnya, biaya mengolah sawah sekarang cukup mahal.
Apalagi harga pupuk dan ongkos tenaga untuk tanam serta sewa traktor sudah naik. "Nah, untuk biaya itu semua dari hasil jual gabah," jelasnya.
Kepala Desa Tambakan Rismanto menambahkan bahwa saat ini biaya produksi semakin mahal. Untuk biaya tanam saja Rp500 ribu dan traktor Rp500 ribu. Itu belum benih, pupuk, dan obat hama.
