![]() |
| John Kei |
"Karena sakit, dia dirawat di rumah sakit. Karena sudah tidak membahayakan sakitnya, ia dipindahkan ke tahanan Polda untuk menjalani pemeriksaan," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/3).kepada wartawan
Penyidik Polda menjemput Ketua Angkatan Muda Kei (Amkei) itu dengan dikawal dua truk berisi anggota Brimob, Jumat (9/3)pagi. Setibanya di Polda Metro Jaya, dia langsung dibawa ke Biddokkes Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan medis.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menyebutkan, masa penahanan John dimulai hari ini hingga 20 hari ke depan.
"Hari ini pertama ditahan selama 20 hari ke depan. Yang kemarin di rumah sakit itu tidak masuk hitungan tahanan, jadi resminya baru hari ini," ujar Rikwanto.
Setelah menjalani pemeriksaan medis, John Kei pun ditahan di tahanan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Ia ditahan terpisah dari lima tersangka lainnya yang sudah lebih dulu ditahan, yakni Candra Kei, Tuce Kei, Ancola Kei, Dani Res, dan Kupra.
"Dia ditahan tersendiri, tidak bersama yang lain," imbuh Rikwanto.
Penahanan di Mapolda Metro Jaya ini ditujukan agar penyidik dapat melakukan penyidikan sewaktu-waktu. Meski ditahan, lanjut Rikwanto, John masih tetap harus menjalani rawat jalan di luar Mapolda Metro Jaya.
"Pada waktu tertentu dia diberikan hak untuk cek kesehatan karena masih masuk dalam rawat jalan," ujar Rikwanto.
John Kei ditangkap di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (17/2) lalu sebagai tersangka pembunuh Dirut PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono alias Ayung.
Pada penangkapan itu, polisi menembakkan peluru ke kaki kanan John. Selama tiga minggu ia menjalani perawatan di RS Polri karena ia juga menderita sakit gula yang memperlambat proses penyembuhan kakinya itu.
Ayung tewas ditusuk oleh kawanan ini di kamar 2701 Swiss Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (26/1). Tiga orang tersangka yakni Tuce Kei, Ancola Kei, dan Candra Kei menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya selang beberapa jam setelah pembunuhan itu.
Kepada polisi, mereka mengaku mendatangi Ayung di kamar 2701 Swiss Belhotel untuk menagih pembayaran jasa penagih hutang mereka sebesar Rp600 juta. Alih-alih memberikan bayaran, Ayung justru memaki anak buah John Kei itu. Para pelaku menggunakan senjata tajam menusuk leher, perut, dan pinggang Ayung hingga tewas dengan 32 luka tusukan.
