![]() |
| Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri |
Satelit9.com.Medan-Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri merasa prihatin dengan unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM di Garut, Provinsi Jawa Barat yang membakar foto Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.
Usai apel Tagana di Bumi Perkemahan Cadika Pramuka Gedung Johor Medan, Rabu (28/3/2012), Mensos mengatakan, tindakan itu dinilai kurang beretika dalam kehidupan masyarakat di tanah air.
Bahkan, kegiatan membakar foto presiden tersebut belum pernah dilakukan di negara lain yang lebih kuat nuansa demokrasinya.
“Tidak ada yang membakar (foto) pemimpinnya,” kata Mensos.
Seharusnya, kata dia, masyarakat dapat menyelesaikan perbedaan pendapat dengan dialog sebagaimana aturan yang berlaku.
Apalagi jika dikaitkan dengan tujuan pemerintah yang memberlakukan kebijakan tertentu untuk kebaikan dan kemaslahatan yang lebih besar.
“Para pemimpin pasti memberikan yang terbaik bagi rakyatnya,” kata Mensos.
Jika dialog tersebut belum menghasilkan kesepakatan, masyarakat dan mahasiswa dapat menyampaikan perjuangan melalui wakilnya di DPR.
Pihaknya khawatir perilaku membakar foto presiden tersebut akan terus terjadi sehingga dikhawatirkan dapat menjatuhkan wibawa pemimpin negara.
Pihaknya mengharapkan seluruh lapisan masyarakat di tanah air dapat menjaga semangat kebersamaan dan kebhinekaan yang menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia.
“Jangan rubuhkan `pancang` yang sudah kita pasang sendiri,” kata Mensos.
Sebelumnya, kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) membakar foto gambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakilnya Boediono ketika berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di bundaran Jalan Simpang Lima, Kabupaten Garut, Rabu.
Sebelumnya dua lembar gambar foto Presiden Yudhoyono dan Wakilnya Boediono dibawa oleh mahasiswa yang kemudian diinjak-injak bersama-sama ditengah jalan.
Setelah foto itu kotor dan sobek, mahasiswa membakarnya bersama dengan boneka yang dibuat dari kertas koran dan bambu.
Aksi membakar gambar kepala negara itu dilakukan dihadapan aparat kepolisian yang sedang bersiaga melakukan pengawalan unjuk rasa. (ANT) (Sbk)
