![]() |
| Ilustrasi Pengambilan BLT |
"Pemerintah sebut 18,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) atau setara 74 juta jiwa yang akan diberikan BLSM, padahal data kemiskinan BPS tahun 2011 hanya 30 juta. Darimana 34 juta jiwa sisanya," tanya Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis Jumat malam (23/3).
Ucapan Harry cukup beralasan, data BPS pada 2011 tercatat orang miskin di Indonesia 30 juta jiwa atau 12,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Atas dasar itulah Harry memertanyakan kenapa data pemerintah berbeda dengan data yang dikeluarkan BPS.
"BPS datanya sebut hanya 30 juta atau 12,5 persen, lalu pemerintah sebut 30 persen atau 74 juta orang miskin. Kenapa bisa meningkat sekian banyak, data mana yang digunakan," lanjut Harry.
Karena angkanya hanya 30 juta atau 7,5 juta RTS, maka Harry menilai seharusnya dana yang digelontorkan pemerintah tidak mencapai Rp25,6 triliun. Menurutnya dana yang seharusnya digelontorkan sekitar Rp10 triliun saja dengan perhitungan 1 orang menerima Rp150 ribu per bulan selama sembilan kali.
