![]() |
| ilustrasi BLSM |
Satelit9.com,Yogyakarta-Ratusan dukuh se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan sikap menolak program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi dari penaikan harga BBM.
Mereka menganggap pelaksanaan BLSM rawan konflik karena tidak validnya data dan kriteria warga miskin yang berhak mendapatkan bantuan tersebut.
Ratusan kepala dukuh yang tergabung dalam Paguyuban Cokro Pamungkas ini menyatakan penolakan mereka dalam pertemuan yang digelar di Balai Desa Sidomoyo, Godean, Kabupaten Sleman, Rabu (28/3/2012) sore.kepada Wartawan
Ketua Paguyuban Cokro Pamungkas, Sukiman, menganggap program BLSM juga tidak mendidik masyarakat.
Kebijakan tersebut, jelas Sukiman, tidak akan mengurangi angka kemiskinan, namun hanya membuat warga miskin semakin bergantung kepada bantuan pemerintah.
Apabila BLSM tetap diberlakukan, mereka menuntut agar dukuh se-Yogyakarta tidak dilibatkan dalam kebijakan tersebut. Mereka juga akan melayangkan surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar lebih jeli melaksanakan program pengentasan kemiskinan di Indonesia
