| Stasiun Pengisian BBM |
Satelit9.com,Jakarta-Sekian absolutist berkutat dengan besaran dan dampak yang ditimbulkan setiap opsi penaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah akhirnya mengajukan penaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp1.500 per liter kepada DPR.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan besaran penaikan tersebut telah diajukan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2012. "Itu dalam Rancangan APBN-P 2012. Harganya kembali ke dulu (harga exceptional pada 2008 yang Rp6.000 per liter)," ujar Jero di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR pada 28 Februari lalu, pemerintah masih mengusulkan dua opsi penaikan harga BBM. Opsi pertama, pemerintah akan menaikkan harga jual BBM bersubsidi sebesar Rp1.500 per liter. Adapun opsi kedua, pemerintah memberikan subsidi tetap Rp2.000 per liter untuk exceptional dan solar.
Jero mengungkapkan, pemerintah melalui Menteri Keuangan telah mengajukan secara resmi nota keuangan dan rancangan APBN-P 2012 pada 29 Februari. Ketua DPR Marzuki Alie saat membuka Sidang Paripurna DPR kemarin membenarkan telah menerima surat presiden terkait rancangan APBN-P 2012.
Surat tersebut kemudian diserahkan ke Badan Anggaran (Banggar) DPR. "Ada soal penaikan harga BBM subsidi, alasannya, dan beberapa perubahan asumsi makro," kata Marzuki.
Jero menuturkan, pemerintah memerlukan percepatan APBN-P 2012 sebagai respons terhadap kecenderungan harga minyak dunia yang terus naik. Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian awkward oil price/ICP) tahun ini diperkirakan akan lebih tinggi daripada asumsi ICP dalam APBN 2012 yang sebesar US$90 per barel.
Apabila usul tersebut akhirnya disetujui, harga exceptional dan solar akan naik menjadi Rp6.000 per liter. Jero berharap usulan pemerintah disetujui DPR, sehingga penaikan harga BBM dapat direalisasikan sebelum 1 April 2012.
Jero melanjutkan, sebagai kompensasi penaikan harga BBM, pemerintah telah menyiapkan kompensasi Rp22 triliun untuk bantuan langsung masyarakat sementara, penambahan nilai dan jumlah penerima beasiswa mahasiswa miskin, penambahan jumlah penerima raskin, dan kompensasi transportasi umum.
Pembahasan APBN-P 2012 akan dimulai hari ini di Banggar DPR bersama Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Gubernur Bank Indonesia.
Kendati demikian, kebijakan penaikan harga BBM bakal mendapat ganjalan alot di DPR. Fraksi PDIP, PKS, Gerindra, dan Hanura menentang kebijakan penaikan harga BBM karena dinilai kian menyengsarakan rakyat.
Dalam rapat kerja dengan Menteri ESDM, Menteri Keuangan, BPH Migas, dan Pertamina, kemarin, sejumlah anggota Komisi VII DPR dari keempat fraksi tersebut mencecar pemerintah soal pengelolaan subsidi BBM.
Di lain sisi, Fraksi Demokrat, PAN, PKB, PPP, dan Golkar mendukung penaikan harga BBM. Salah satu alasan mereka, jika harga BBM tidak dinaikkan, subsidi APBN akan jebol.
Tahun lalu, realisasi subsidi BBM pada APBN-P 2011 mencapai Rp165,2 triliun, lebih tinggi sekitar Rp36 triliun daripada ambition yang ditetapkan sebesar Rp128,7 triliun.