| Banjir Wonogiri |
Satelit9.com,Wonogiri-Puluhan warga pengungsi korban banjir di Wonogiri, Jawa Tengah yang masih bertahan di pengungsian mulai mendapat pemeriksaan kesehatan. Setiap hari, tim medis secara bergantian melakukan pengecekan kesehatan penggungsi.
Hingga Minggu (11/3) hari ini, warga masih bertahan di pengungsian dikarenakan debit air di wilayah mereka masih tinggi. Bahkan di beberapa titik, ketinggian air mencapai 2 meter.Banjir di Dusun Gunungan Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri, tidak kunjung surut. Ini menyebabkan sebanyak 15 keluarga (62 jiwa) warga yang rumahnya kebanjiran, tetap bertahan di rumah-rumah tetangga yang dijadikan tempat pengungsian.
Tidak pernah ada yang menyangka, kalau pemukiman warga yang letaknya berada di puncak perbukitan dan jauh dari aliran sungai, itu kebanjiran. "Seumur-umur, baru kali ini kebanjiran," ujar Wasidi (60).
Kepala keluarga dengan tanggungan tiga jiwa ini, menyatakan, banjir di dusunnya terjadi setelah turun hujan deras berkepanjangan. "Hujan deras seperti ini, sebenarnya sudah berulangkali terjadi. Tapi ini membawa musibah banjir, luapan airnya menggenangi rumah-rumah penduduk," keluhnya.
Rumah Wasidi tergenangi sampai bagian genting. Nyaris tenggelam seluruhnya oleh genangan banjir, dan hanya terlihat sisa puncak atapnya saja. Pemicunya, karena lubang 'luweng' (perut bumi) tersumbat. Untuk menghindar dari bahaya tenggelam, seluruh anggota keluarganya diungsikan.
Semula mengungsi ke rumah Kepala Dusun (Kadus) Gunungan, Tarto, bersama warga yang rumahnya senasib menjadi korban banjir. Tapi pengungsian di rumah Kadus Tarto, hanya bertahan sebentar. "Sebab ketika turun hujan lagi, semalam rumah saya pun juga ikut tergenangi air banjir," ujar Kadus Tarto.Lihat Videonya Klik ini http://video.tvonenews.tv/arsip/view/54299/2012/03/11/pengungsi_banjir_wonogiri_mendapat_perawatan_medis.tvOne