![]() |
| Densus 88 melakukan Olah TKP |
"Kami masih mendalami keterangan dari dia, berangkat dari situ akan dikembangkan ke arah mana. Nanti kalau semua sudah jelas akan diberitahukan," tandasnya saat meninjau lokasi kejadian, Kamis (15/3). Didiek mengatakan pihaknya juga akan meminta keterangan dari pekerja kenapa mereka mengutak-atik benda tersebut.
"Tunggu saja hasil pemeriksaan. Kami ini mau melihat pembuang dan korban di rumas sakit. Mudah-mudahan semua bisa cepat terungkap," kata dia. Selain pembuang, Polisi juga mengamankan seorang guru SDN Ngesrep 3 Agus Setiyono yang mengontrak paviliun di sebuah rumah di Jl Tamtama Barat XI letaknya persis di depan TKP dan pemilik rumah Nunuk Warsiti untuk dimintai keterangan.
Pengamanan ini berdasarkan adanya sebuah kabel berwarna biru yang mencurigakan dengan panjang 25 cm yang ditempelkan di pintu depan paviliun kontrakan dengan menggunakan lakban hitam. "Saya tidak tahu apa-apa kabel itu. Itu sudah ada yang mengontrak," kata Nunuk. Polisi pun akhirnya mengamankan Nunuk untuk dimintai keterangan. Selain Nunuk aparat juga mengamankan Agus Setiyono seorang guru kelas 3 SDN Ngesrep.
Kepada wartawan Agus mengaku tidak pernah menempelkan kabel tersebut di pintu. "Tadi malam sebelum tidur kabel itu belum ada. Baru pagi tadi ketika hendak berangkat mengajar saya melihat kabel itu, karena terburu-buru tidak sempat mengambil," kata Agus. Ia tidak mengetahui siapa yang menempelkan kabel itu.
Sementara itu Ketua RT 3 RW 9, Ngesrep Abdul Ilyas mengatakan, sebelumnya pada Rabu (14/3) malam beberapa warga melihat dua orang mengendarai sepeda motor membuang sesuatu di sampah.
