![]() |
| TNI |
Satelit9.com,Jakarta- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief, mengatakan, selama ini.
Melalui Bakti Sosial (Baksos) dalam tiga tahun terakhir memberi daya ungkit terhadap program KB, terutama di daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan.
“Sumbangan TNI sangat besar, ini terlihat dari meningkatnya program ini sejak direvitalisasi tahun 2007yang hanya mencapai 90%, tetapi meningkat menjadi 118% di tahun 2011,” kata Sugiri di sela-sela Rakornas pelaksanaan percepatan revitalisasi program KKB kerja sama BKKBN dengan TNI, di Jakarta, Senin (12/3).
Sugiri mengatakan, sumber daya yang dimiliki TNI sangat besar untuk menjangkau daerah yang sulit dijangkau, seperti Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Pasangan usia subur (PUS) di daerah-daerah ini tinggi, tetapi tidak bisa mengakses pelayanan KB.
Selain karena kondisi geografis yang memerlukan biaya transportasi mahal, juga tidak adanya tenaga, sarana, ketersediaan alat dan obat kontrasepsi serta tingginya biaya pelayanan KB tinggi. Akibatnya unmet need atau PUS yang membutuhkan pelayanan KB tetapi tidak terlayani, di daerah seperti ini juga cukup tinggi.
“Secara nasional unmet need KB mencapai 9,1%, dan Provinsi Maluku tertinggi yakni 22,4%. Ini dikarenakan Maluku secara geografis sulit dijangkau melalui model pelayanan KB regular,” kata Sugiri menambahkan.
Dengan keterlibatan TNI ini diharapkan dapat meningkatkan akseptor KB baru yang ditargetkan tahun ini sebanyak 7,3 juta PUS. Peran TNI, kata Sugiri, terutama untuk mengatasi kendala dari berbagai Peraturan Daerah (Perda) kabupaten/kota yang masih bertentangan dengan program KB.
Misalnya soal tarif pelayanan KB, terdapat 90% Perda yang menentukan platform jauh di atas platform BKKBN.
Sementara itu, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dengan personel dan kapal TNI yang tersebar hingga ke pelosok Tanah Air bisa menjangkau pulau-pulau terluar.
Menggunakan KRI Suharso, KRI Makassar dan kapal lain yang beroperasi ke setiap daerah, para personel TNI memberikan penyuluhan sekaligus memasang alat KB kepada masyarakat. Personel TNI ini sudah dilatih dengan kemampuan khusus oleh BKKBN.
“Setiap tahun kami lakukan secara berkala baik di daerah timur maupun barat Indonesia. Selain secara internal kami dorong para ibu-ibu TNI, secara eksternal juga bekerja sama dengan BKKBN,” kata Agus
