| Ikan Berformalin di terminal peti kemas BICT |
Satelit9.com,Medan-Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatra Utara, Abubakar Siddik mengingatkan kepada masyarakat di provinsi itu harus hati-hati terhadap masuknya ikan impor yang mengandung formalin dari berbagai negara luar.
"Ikan dari luar negeri itu harus diteliti lebih dahulu sebelum dibeli,demi menjaga hal-hal yang tidak diingini terjadi kepada masyarakat," katanya di Medan, Minggu (11/3).
Masyarakat, menurut dia, juga jangan terlalu percaya terhadap ikan yang masuk dari luar negeri yang dipasarkan di Sumatera Utara, karena produk asing itu harus lebih dahulu diteliti melalui uji laboratorium Stasiun Karantina.
"Jangan karena menganggap ikan dari luar negeri itu memliki kualitas dan terjamin mutunya, ternyata telah dicampur dengan bahan pengawet berupa formalin.Ini jelas sangat berbahaya bagi kesehatan manusia," kata Abubakar.
Dia mengatakan, untuk mengetahui ikan tersebut mengandung formalin, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pengawasan pemeriksaan terhadap ikan-ikan yang berasal dari luar negeri tersebut.
Seperti belum lama ini, jelasnya, pihak KKP menemukan ikan yang masuk lewat Pelabuhan Belawan asal Pakistan dan Malaysia mengandung formalin. Namun, katanya, untung saja ikan yang mengandung formalin tersebut, belum dipasarkan dimasyarakat.
Kalau sampai ikan berformalin itu, diperjual belikan di masyarakat, entah apalah yang terjadi.Mungkin saja banyak warga yang diopname di rumah sakit," ucap dia.
Lebih jauh Abubakar mengatakan, formalin merupakan bahan tambahanmakanan yang dilarang oleh pemerintah digunakan untuk ikan, karena bagi warga yang memakannya akan dapat terkena penyakit yang membahayakan bagi kesehatan manusia.
Oleh kerena itu, katanya, setiap ikan mau pun makanan yang bercampur formalin tidak dibenarkan dijual kepada masyarakat.Bagi warga yang melanggarnya juga ada sanksi hukumnya.
"Jadi bagi masyarakat jangan coba-coba mencampur ikan dan makanan dengan formalin, kalau tidak ingin diproses secara hukum.Warga harus hindari ikan dan makanan yang bercampur formalin demi menjaga kesehatan agar tidak terkena penyakit," kata Abubakar.
Sedangkan total ikan impor berformalin yang dipulangkan adalah 103 ton. Sebelumnya pekan lalu telah direekpor dengan tujuan Malaysia. Sedangkan sisanya ikan impor asal Pakistan.