• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Pertamina menjual obligasi 23 triliun rupiah

    Last Updated 2012-04-29T20:02:21Z


    Satelit9.com,Jakarta-BUMN energi PT Pertamina (Persero) telah menjual surat utang dengan denominasi mata uang dollar AS sebesar 2,5 miliar dollar AS, atau setara 23 triliun rupiah. Di tengah tingginya minat asing terhadap obligasi dari Indonesia, Pertamina memutuskan untuk menaikkan target penjualan global bond yang sebelumnya hanya sekitar 2 miliar dollar AS.
    Seperti dilaporkan Reuters, Pertamina menjual obligasi itu melalui pasar private placement pada Kamis, 26 April 2012, settlement atau pencatatan akan dilakukan pada 3 Mei 2012. BUMN strategis itu telah menunjuk tiga perusahaan penjamin pelaksana penjamin emisi (underwriter) yaitu Barclays Capital, Citigroup, and HSBC.
    Pertamina juga membagi penerbitan global bond dalam dua seri. Seri pertama senilai 1,25 miliar dollar AS dengan kupon sebesar 4,87 persen dan imbal hasil (yield) 4,95 persen. Seri obligasi ini memiliki jangka waktu selama 10 tahun atau bakal jatuh tempo pada 3 Mei 2022 mendatang.
    Masa pencatatan bakal dilakukan pada 3 Mei mendatang dan pembayaran pertama kepada para pemegang obligasi enam bulan kemudian yaitu 3 November 2012. Sebagai catatan, global bond pertama Pertamina senilai 1,5 miliar dollar AS juga dicatatkan pada bulan Mei 2011 silam.
    Perseroan melepas produk investasi tersebut di bawah harga par atau tepatnya 99,41 persen. Tiga lembaga pemeringkat telah memberi penilaian yaitu Moody's dengan rating Baa3, S&P BB-Plus dan Fitch menetapkan rating BBB-Minus.
    Sementara itu, obligasi global Pertamina seri kedua juga senilai 1,5 miliar dollar AS. Seiring jangka waktu atau tenor yang lebih panjang yaitu 30 tahun, Pertamina menawarkan tingkat kupon lebih tinggi yaitu 6 persen dan imbal hasil 6,1 persen.
    Untuk menarik minat investor, perseroan juga menawarkan harga pembelian lebih rendah dibanding par yaitu 98,63 persen. Pencatatatan juga dijadwalkan pada 3 Mei mendatang dan pembayaran perdana pada 3 November 2012. Ketiga lembaga pemeringkat terserbut memberikan rating yang sama untuk seri kedua ini.
    Dalam beberapa kali kesempatan, sebelumnya manajemen Pertamina sempat menyampaikan nilai obligasi yang beragam. Setelah sempat menyebutkan bakal menerbitkan surat utang senilai 1 miliar hingga 2 miliar dollar AS, dan lantas berujung pada penerbitan senilai 2,5 miliar dollar AS.
    Sayangnya, pihak perseroan enggan berkomentar terkait finalisasi nilai obligasi ini. Mereka juga tidak memberi konfirmasi tentang jadwal pencatatan. "Saat ini, Pertamina belum bisa memberi pernyataan resmi. Kami pasti akan memberikan pengumuman secara lebih detil," ujar VP Corporate Communications Pertamina, Mochamad Harun , Senin (30/4).
    Terdorong Peringkat
    Faktor membaiknya peringkat investasi Indonesia mendorong minat investor asing membeli obligasi global dari korporasi Indonesia, termasuk obligasi global Pertamina. "Saya kira iklim investasi di Indonesia sudah jauh lebih baik serta bisa terukur dan beberapa korporasi juga jauh lebih kuat," tutur Dhenny Thaher, Direktur Trimegah Asset Management, secara terpisah.
    Imbal hasil atau yield yang menarik karena lebih tinggi daripada imbal hasil korporasi di Amerika dan Eropa turut mendorong minta investor asing. Investor asing pembeli obligasi Pertamina, jelas Dhenny, juga melihat Pertamina berada di dalam kuasi pemerintah. Kuasi pemerintah yang mencapai 100 persen atas Pertamina membuat investor asing merasa yakin membeli obligasi Pertamina.
    Sebelumnya, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Pandu Djajanto memastikan obligasi Pertamina itu akan direalisasikan pada semester I 2012. "Dana hasil obligasi akan digunakan untuk membiayai investasi di sektor hulu," ujarnya beberapa waktu lalu.(col/deva) 
    Komentar
    • Pertamina menjual obligasi 23 triliun rupiah

    Terkini

    Topic Popular