• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Terjadi sejumlah perbedaan Sesudah dan Sebelum Otopsi 3 TKI

    Last Updated 2012-04-29T20:47:14Z


    Satelit9.com,Jakarta-Keluarga korban penembakan tiga TKI di Malaysia siapkan laporan pembanding atas apa yang mereka lihat selama otopsi ulang. Pihak keluarga hingga saat ini belum diajak dialog, dan tidak diberikan prioritas untuk mendapatkan informasi terkait hasil otopsi yang dilakukan aparat kepolisian Nusa Tenggara Barat (NTB).
    "Laporan pembanding tersebut disusun oleh keluarga dengan pendampingan LSM di NTB. Hasil laporan tersebut akan diperdalam dalam laporan investigasi yang akan dilakukan Migrant Care. Lalu laporan tersebut akan diserahkan Rabu (2/5) ke Komnas HAM," ungkap Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah saat dikonfirmasi, di Jakarta,Senin  (30/4).
    Dua TKI asal Desa Pancor Kopong Kecamatan Pringgasela Selatan Kabupaten Lombok Timur dan satu TKI asal Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dipulangkan dalam keadaan meninggal dunia dari Malaysia.
    Ketiga TKI itu meninggal dunia akibat tembakan di dada dan kepala oleh polisi Malaysia di daerah Port Dickson. Mereka dianggap membahayakan karena membawa parang dan menyerang polisi. Insiden penembakan tersebut saat ini sedang diinvestigasi. Ketiga TKI itu adalah Herman asal Desa Pancor Kopong Kecamatan Pringgasela Selatan, Abdul Kadir Jaelani asal Desa Pancor Kopong Kecamatan Pringgasela Selatan, dan Mad Noon asal Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela. Lima polisi Malaysia memberondongkan peluru ke arah Herman, 34 tahun, dan Abdul Kadir, 25 tahun, serta Mad Noor, 28 tahun.
    Sewaktu melihat jenazah di Rumah Sakit di Malaysia, kerabat ketiga korban penembakan mengaku melihat jahitan di beberapa bagian tubuh Herman dan Abdul Kadir. Jahitan terlihat ada di dua mata, dada, dan tengah perut secara vertikal dari dada ke pusar. Diduga mereka jadi korban perdagangan organ tubuh. Pemerintah Malaysia membantah kecurigaan tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat yang ditembak mati di Port Dickson, Negeri Sembilan, telah menjadi korban perdagangan organ tubuh manusia.
    Kamis (26/4), tim ahli forensik Polri dan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram melakukan otopsi ulang terhadap jenazah Herman dan Abdul Kadir. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan berdasarkan hasil autopsi ulang tiga jenazah TKI itu, tidak ditemukan ada tindakan pengambilan organ pada tubuh korban. Seluruh organ vital para jenazah itu masih utuh dan semua jahitan yang terdapat di tubuh korban berasal dari bekas irisan otopsi awal. Namun hingga saat ini pihak keluarga korban belum menerima hasil resmi otopsi ulang itu.
    Anis menyatakan telah terjadi sejumlah perbedaan antara hasil pengamatan keluarga saat jenazah belum dimakamkan, dengan hasil otopsi ulang. "Berbeda, terutama jasad Herman, kata bapaknya ada beberapa organ yang diyakini tidak ada, terutama di bagian mata, dan otak. Tapi tim otopsi mengatakan utuh," ujar Anis.
    Seharusnya menurut Anis, Tim otopsi melakukan dialog serta memberi penjelasan kepada pihak keluarga selama melakukan otopsi ulang berlangsung. "Bahkan sampai hari ini keluarga belum mendapatkan hasil otopsi. Mestinya keluarga diprioritaskan, sebelum disampaikan ke publik," tandasnya. Rencananya, Migrant care akan melakukan unjuk rasa di Kedutaan Malaysia pada Selasa (1/5).(sbk/deva)
    Komentar
    • Terjadi sejumlah perbedaan Sesudah dan Sebelum Otopsi 3 TKI

    Terkini

    Topic Popular