Satelit9.com,Puncak jaya-Tim gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) masih memburu pelaku penembakan pesawat milik Trigana Air, di Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya, Minggu (8/4).
Polri sendiri belum mengetahui identitas pelaku penembakan tersebut.
"Sampai saat ini pasukan TNI/POLRI masih mengejar pelaku," ujar Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Ajun Komisaris Besar Johannes Nugroho Wicaksono, kepada wartawan, Jakarta, Minggu (8/4).
Menurut dia, Polri belum mengidentifikasi pelaku penembakan yang mengakibatkan seorang wartawan tewas seketika tersebut. Penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) itu juga menyebabkan seorang balita terluka.
Seperti diberitakan, OTK menembak pesawat milik Trigana Air saat hendak mendarat di Bandara Mulia, Puncak Jaya. Penembakan itu terjadi pukul 08.21 WIT, Minggu (8/4). Akibatnya, pesawat tidak terkendali pesawat dan menabrak rumah hitam di pinggir bandara.
Sementara itu, korban tewas atas nama Leiron Kogoya Muliambut,35, wartawan Papua Pos. Dia tewas dengan luka tembak di leher sebelah kanan. Awak pesawat juga terluka terkena serpihan peluru. Kapten pilot Beby Astek,40, terkena serpihan peluru di mata kaki kiri dan CO pilot Willy Resubun,30, terkena serpihan peluru di jari tangan kanan.
Penembakan tersebut juga melukai seorang bayi di bawah lima tahun. "Yanti,30, ibu rumah tangga, kena serpihan di lengan kanan. Serta Papua Korwa,4, kena serpihan di jari tangan kiri," tutur Johannes.(Sbk/col)
