![]() |
| Ilustrasi |
"Ada karung yang sudah terbuka, isinya uang kertas pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang sudah terpotong-potong kecil," ujar Made Titip, warga setempat.
Hingga siang ini, puluhan karung uang itu masih tercecer di lokasi dan menjadi tontotan warga. Polisi juga telah tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dengan memasang badge line.
Wayan Suarta, pemilik lahan kosong itu mengaku puluhan karung uang itu milik Bank Indonesia (BI) Denpasar. "Sudah dua kali saya diminta bantuan untuk membuangnya," ungkap dia.
Sebenarnya, kata Suarta, karung uang itu akan dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Suwung, Minggu (1/4) malam. "Tapi karena sudah larut malam, karung itu saya buang di situ untuk menguruk lahan," papar pria yang juga membuka usaha swakelola sampah ini.
Kasir Muda Senior BI Denpasar Widaryadi yang turun ke lokasi mengakui potongan uang itu milik instansinya. "Uang itu asli, tapi karena sudah tidak layak pakai dihancurkan dan dibuang," katanya.
Dia menambahkan masih mengusut kenapa karung uang itu bisa dibuang ke lahan kosong itu. "Kita masih cek kenapa dibuang di sini," ujarnya(wco)
