• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    BP Migas:Cadangan minyak RI tinggal 10-12 tahun

    Last Updated 2012-05-03T01:35:17Z


    Satelit9.com,Jakarta-BP Migas meminta pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap minyak.
    “Cadangan minyak Indo­ne­sia tidak seperti dulu lagi. Saat ini cadangan minyak tinggal 10-12 tahun,” kata Kepala Humas, Se­kuriti dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana  di Jakarta,Kamis(3/5) beberapa saat yang lalu.
    Menurut dia, saat ini keter­gan­tungan terhadap minyak sangat tinggi, sehingga produksi yang ada sulit untuk memenuhi ke­butuhan dalam negeri. Apalagi tingkat pengurusan minyak In­donesia lebih besar di­banding negara-negara lain de­ngan sum­ber minyak yang besar.
    Gde menyatakan, saat ini tidak ada penemuan cadangan-ca­da­ngan baru yang maksimal seperti La­pangan Minas dan Lapangan Duri. Kedua lapangan itu pernah menghasilkan produksi tertinggi, mi­salnya untuk lapangan Minas bisa tembus angka 1,6 juta barel.
    Namun, saat ini produksi mi­nyak dalam negeri terus di bawah satu juta barel. Apalagi minyak ini sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui. “Kalau dia (mi­nyak) habis ya habis, tidak bisa dikuras lagi,” ucap Gde.
    Dia juga mengatakan, produksi minyak memang tidak mudah. Pa­salnya, kegiatan eksplorasi itu tidak semuanya bisa berhasil atau de­ngan bahasa lainnya 10 kali nge­bor bisa jadi cuma tiga sumur yang menghasilkan.
    Selain itu, sumur yang baru mak­simal hasilnya bisa diketahui se­telah jangka waktu 20-30 ta­hun. Jadi, kalau saat ini dite­mu­kan cadangan baru, maka ha­sil­nya tidak bisa dinikmati dalam waktu dekat.
    Karena itu, Gde mengusulkan pe­merintah untuk lebih me­man­faatkan gas. Sebab, cadangan gas da­lam negeri sangat tinggi di­ban­ding minyak. “Cadangan gas ma­sih aman sampai 40-60 tahun lagi. Tapi itu juga tergantung penemu­an ca­dangan gasnya,” jelasnya.(col)
    Komentar
    • BP Migas:Cadangan minyak RI tinggal 10-12 tahun

    Terkini

    Topic Popular