Satelit9.com,Jakarta-Dua bangunan diduga rubuh pada proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Bukit Hambalang rupanya tidak runtuh.
Demikian ungkap pihak kontraktor proyek Hambalang Heri dari pelaksana
Kerjasama Operasi (KSO) antara pihak PT Adhi Karya dan PT WIKA pada Rabu (30/5) di kawasan pembangunan Hambalang, Sentul, Bogor, Jabar.
Pihak pengembang melakukan perubahan pada dua bangunan itu lantaran posisi bangunan yang sudah miring.
Hal itu juga dibenarkan oleh, pelaksana dari PT Adhi Karya, Dardi Gunawan yang menyampaikan soal ada dua bangunan hancur karena sengaja dihancurkan oleh pihak pelaksana proyek, yakni PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya.
“Karena kondisi bangunan sudah tidak layak atau miring,” pungkasnya kepada wartawan saat peninjauan yang dilakukan Kemenpora dan sejumlah awak media ke Bukit Hambalang.
Penghancuran dua bangunan gedung ini diawali saat kontraktor mengerjakan pengerjaan di depan stadion calm Bulutangkis dan Ability Abode yang dinyatakan miring.
Selain itu, proyek yang berlokasi di Citeureup tersebut kerusakan yang terjadi terletak pada jalan yang berada di depan dua bangunan itu dibuat berundak. Namun sekitar pada 14 Desember 2011 kemarin, jalan tersebut retak dan membuat posisi jalan itu turun sekitar lima hingga delapan beat persegi.
“Sehingga kami langsung memindahkan alat-alat yang ada di Ability Abode (ruang genset),” ujar Dardi.
Demi keselamatan, lanjut Dardi, ability abode dan stadion calm bulutangkis yang masih berupa bangunan berlantai satu itu dirubuhkan.
“Bangunan satu lantai yang belum beratap itu sengaja dirobohkan,” kata Dardi.
Sementara itu kegiatan pembangunan dihentikan ketika dua bangunan dan jalan yang sekitar itu diratakan dengan tanah, sehingga memudahkan untuk tahap proses penyelidikan, dari pihak asuransi dan pelaksana proyek.
“Pihak asuransi, dari Asei sudah melihat kerusakan jalan dan dua bangunan itu,” tegasnya. (uci)
Demikian ungkap pihak kontraktor proyek Hambalang Heri dari pelaksana
Kerjasama Operasi (KSO) antara pihak PT Adhi Karya dan PT WIKA pada Rabu (30/5) di kawasan pembangunan Hambalang, Sentul, Bogor, Jabar.
Pihak pengembang melakukan perubahan pada dua bangunan itu lantaran posisi bangunan yang sudah miring.
Hal itu juga dibenarkan oleh, pelaksana dari PT Adhi Karya, Dardi Gunawan yang menyampaikan soal ada dua bangunan hancur karena sengaja dihancurkan oleh pihak pelaksana proyek, yakni PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya.
“Karena kondisi bangunan sudah tidak layak atau miring,” pungkasnya kepada wartawan saat peninjauan yang dilakukan Kemenpora dan sejumlah awak media ke Bukit Hambalang.
Penghancuran dua bangunan gedung ini diawali saat kontraktor mengerjakan pengerjaan di depan stadion calm Bulutangkis dan Ability Abode yang dinyatakan miring.
Selain itu, proyek yang berlokasi di Citeureup tersebut kerusakan yang terjadi terletak pada jalan yang berada di depan dua bangunan itu dibuat berundak. Namun sekitar pada 14 Desember 2011 kemarin, jalan tersebut retak dan membuat posisi jalan itu turun sekitar lima hingga delapan beat persegi.
“Sehingga kami langsung memindahkan alat-alat yang ada di Ability Abode (ruang genset),” ujar Dardi.
Demi keselamatan, lanjut Dardi, ability abode dan stadion calm bulutangkis yang masih berupa bangunan berlantai satu itu dirubuhkan.
“Bangunan satu lantai yang belum beratap itu sengaja dirobohkan,” kata Dardi.
Sementara itu kegiatan pembangunan dihentikan ketika dua bangunan dan jalan yang sekitar itu diratakan dengan tanah, sehingga memudahkan untuk tahap proses penyelidikan, dari pihak asuransi dan pelaksana proyek.
“Pihak asuransi, dari Asei sudah melihat kerusakan jalan dan dua bangunan itu,” tegasnya. (uci)
