Satelit9.com,Pasuruan-Korban tewas kecelakaan bus yang terguling di jalan Raya Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, bertambah menjadi 7 orang.
Dari ketujuh korban tewas, lima di antaranya berada di Puskesmas Purwosari dan dua lainnya di Rumah Sakit Ganesha Medica Purwosari.
Ketujuh korban tewas tersebut, semuanya adalah warga RT 3 RW 7 Candi Lontar, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambi Kerep, Surabaya.
Mereka diantaranya adalah Imam Zuhdi (58), Suwarni (55), Dani (30), yang diduga adalah satu keluarga yakni ibu, bapak dan anak, serta Hendro Pitoyo (42) dan Suparmi (55) yang kesemua jenazahnya berada di Puskesmas Purwosari.
Sedangkan dua korban tewas lainnya adalah Utami (40) dan Salfa Putri Maharani (5), yang diduga adalah ibu dan anak. Kini jenazah keduanya berada di Rumah Sakit Ganesha Medica Purwosari.
lapangan, Salfa, bocah balita yang menjadi korban tewas, kondisinya sangat tragis. Pasalnya, selain kemaluannya yang mengaluarkan banyak darah, kaki kanan dan kirinya juga patah.(sbk/col)
Dari ketujuh korban tewas, lima di antaranya berada di Puskesmas Purwosari dan dua lainnya di Rumah Sakit Ganesha Medica Purwosari.
Ketujuh korban tewas tersebut, semuanya adalah warga RT 3 RW 7 Candi Lontar, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambi Kerep, Surabaya.
Mereka diantaranya adalah Imam Zuhdi (58), Suwarni (55), Dani (30), yang diduga adalah satu keluarga yakni ibu, bapak dan anak, serta Hendro Pitoyo (42) dan Suparmi (55) yang kesemua jenazahnya berada di Puskesmas Purwosari.
Sedangkan dua korban tewas lainnya adalah Utami (40) dan Salfa Putri Maharani (5), yang diduga adalah ibu dan anak. Kini jenazah keduanya berada di Rumah Sakit Ganesha Medica Purwosari.
lapangan, Salfa, bocah balita yang menjadi korban tewas, kondisinya sangat tragis. Pasalnya, selain kemaluannya yang mengaluarkan banyak darah, kaki kanan dan kirinya juga patah.(sbk/col)
