Satelit9.com,Jakarta- Nilai tukar rupiah tertekan terhadap dolar AS akibat sentimen negatif kondisi Eropa. Cadangan devisa pun turun hingga US$ 3 miliar dari US$ 116 miliar menjadi US$ 113 miliar.Demikain disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono saat ditemui di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (29/5)malam.
"Sekarang sekitar US$ 113 miliar-US$ 114 miliar, sudah kita gunakan. Sebelumnya US$ 116 miliar per April makanya berkurang," jelas Hartadi.
Dia mengatakan, saat ini tak hanya rupiah, tapi semua mata uang di bounded tertekan akibat sentimen krisis di Eropa yang makin parah.
Hartadi menambahkan BI juga melihat adanya kelangkaan valas. Karena itu, BI membuat kebijakan instrumen appellation drop khusus valas agar valas dari devisa hasil ekspor dimasukkan ke coffer nasional.
"Kalau devisa hasil ekspor masuk ditempatkan di coffer dan di coffer supaya tidak dilepas ke luar negeri maka dia bisa masuk ke BI," ujarnya.
Dengan kebijakan tersebut diharapkan kondisi semakin stabil sehingga menenangkan masyarakat.
"Yang penting kita akan menambah amunisi sebagai complaiment cadev yang sudah ada yang masuk ke cadev, itu hanya dari ekspor migas dan pinjaman luar negeri pemerintah," ujarnya. (col)