Satelit9.com,Tasikmalaya-Polisi menyelidiki kasus pembakaran mobil Suzuki Katana oleh kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di depan sekretariat partai tersebut Jalan Ir Juanda, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (7/5).
"Selanjutnya kita sidik. Ditangani oleh polres, dan sekarang sedang dipelajari dulu," kata Kepala Bagian Operasi Polresta Tasikmalaya Komisaris Yono Kusyono saat dihubungi, Senin petang.
Ia menerangkan, peristiwa itu bermula adanya keributan di luar kantor DPRD Kota Tasikmalaya yang sedang menggelar penetapan nomor urut pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota.
Massa PDIP tiba-tiba menyerang salah seorang pengurus PDIP, yakni Heri KN, yang mengenakan kaos hijau. Heri dianggap mendukung pasangan calon lain atau bukan pasangan calon yang didukung oleh PDIP.
"Sehingga menimbulkan amarah partainya, lantaran tidak sesuai dengan komitmen, tidak taat pada aturan partai. Bentuk amarahnya ya seperti itu tadi, membakar mobil," ujar Yono.
Aparat kepolisian yang berjaga di kantor DPRD mengamankan Heri dan dua rekannya, yakni Surya dan Iwan, yang juga kader dari PDIP. Massa yang kesal karena tidak berhasil menemukan Heri melampiaskan amarah dengan merusak mobil Heri, kemudian membawanya ke sekretariat PDIP dan membakarnya di tengah jalan.
Sementara itu, situasi di lokasi aksi bakar mobil sudah mulai tenang. Sejumlah aparat kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan guna mengantisipasi aksi anarkis susulan. (col/budi)
"Selanjutnya kita sidik. Ditangani oleh polres, dan sekarang sedang dipelajari dulu," kata Kepala Bagian Operasi Polresta Tasikmalaya Komisaris Yono Kusyono saat dihubungi, Senin petang.
Ia menerangkan, peristiwa itu bermula adanya keributan di luar kantor DPRD Kota Tasikmalaya yang sedang menggelar penetapan nomor urut pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota.
Massa PDIP tiba-tiba menyerang salah seorang pengurus PDIP, yakni Heri KN, yang mengenakan kaos hijau. Heri dianggap mendukung pasangan calon lain atau bukan pasangan calon yang didukung oleh PDIP.
"Sehingga menimbulkan amarah partainya, lantaran tidak sesuai dengan komitmen, tidak taat pada aturan partai. Bentuk amarahnya ya seperti itu tadi, membakar mobil," ujar Yono.
Aparat kepolisian yang berjaga di kantor DPRD mengamankan Heri dan dua rekannya, yakni Surya dan Iwan, yang juga kader dari PDIP. Massa yang kesal karena tidak berhasil menemukan Heri melampiaskan amarah dengan merusak mobil Heri, kemudian membawanya ke sekretariat PDIP dan membakarnya di tengah jalan.
Sementara itu, situasi di lokasi aksi bakar mobil sudah mulai tenang. Sejumlah aparat kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan guna mengantisipasi aksi anarkis susulan. (col/budi)
