Satelit9.com,Magelang-Prosesi peringatan Trisuci Waisak di Candi Borobudur, Magelang, Jateng, dimulai dengan pengambilan Api Dharma oleh ratusan bhikkhu dan bhikkhuni serta umat Buddha dari dalam dan luar negeri.
Api Dharma diambil, Sabtu (5/5), dari api alam di Mrapen, Grobogan, Jateng. Sebelumnya, para bhikkhu dan umat Buddha juga telah mengambil air suci dari sumber mata air Umbul Jumprit, Temanggung, pada Jumat kemarin.
Prosesi pengambilan Api Dharma, Sabtu (5/5), melibatkan sembilan Majelis Buddha dalam Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi). Acara berlangsung sejak siang hingga malam ini.
Dari Mrapen, api yang telah disakralkan itu kemudian diarak menuju Candi Mendut di Magelang, untuk kembali disucikan. Hingga malam ini, upacara penyakralan api masih terus berlangsung, melibatkan ratusan bhikkhu bersama umat dari tiap-tiap majelis.
Api Dharma ini akan menjadi inti dalam puncak prosesi Waisak berupa napak tilas dengan berjalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur yang berjarak sekitar 3 km. Prosesi napak tilas ini akan akan dilangsungkan pada Hari Waisak, Minggu (6/5).
Ribuan umat Buddha diperkirakan akan ikut dalam prosesi napak tilas ini. Bahkan banyak warga awam tercatat akan ikut dalam prosesi ini, termasuk turin asing.
Perayaan Waisak merupakan ritual suci untuk memperingati tiga drive sakral dalam perjalanan hidup Sang Sidharta Buddha Gautama. Yakni, kelahiran Sidharta, kemudian Sidharta mencapai penerangan sempurna (menjadi Buddha), dan parinibana, yaitu Sang Buddha mencapai Nirwana (meninggal). Tiga peristiwa agung itu terjadi pada saat yang sama, yakni saat purnamasidi.
Detik-detik Waisak kali ini jatuh tepat pada pukul 10:34:49 WIB, Minggu (6/5).(col/wco)
Api Dharma diambil, Sabtu (5/5), dari api alam di Mrapen, Grobogan, Jateng. Sebelumnya, para bhikkhu dan umat Buddha juga telah mengambil air suci dari sumber mata air Umbul Jumprit, Temanggung, pada Jumat kemarin.
Prosesi pengambilan Api Dharma, Sabtu (5/5), melibatkan sembilan Majelis Buddha dalam Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi). Acara berlangsung sejak siang hingga malam ini.
Dari Mrapen, api yang telah disakralkan itu kemudian diarak menuju Candi Mendut di Magelang, untuk kembali disucikan. Hingga malam ini, upacara penyakralan api masih terus berlangsung, melibatkan ratusan bhikkhu bersama umat dari tiap-tiap majelis.
Api Dharma ini akan menjadi inti dalam puncak prosesi Waisak berupa napak tilas dengan berjalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur yang berjarak sekitar 3 km. Prosesi napak tilas ini akan akan dilangsungkan pada Hari Waisak, Minggu (6/5).
Ribuan umat Buddha diperkirakan akan ikut dalam prosesi napak tilas ini. Bahkan banyak warga awam tercatat akan ikut dalam prosesi ini, termasuk turin asing.
Perayaan Waisak merupakan ritual suci untuk memperingati tiga drive sakral dalam perjalanan hidup Sang Sidharta Buddha Gautama. Yakni, kelahiran Sidharta, kemudian Sidharta mencapai penerangan sempurna (menjadi Buddha), dan parinibana, yaitu Sang Buddha mencapai Nirwana (meninggal). Tiga peristiwa agung itu terjadi pada saat yang sama, yakni saat purnamasidi.
Detik-detik Waisak kali ini jatuh tepat pada pukul 10:34:49 WIB, Minggu (6/5).(col/wco)
