Satelit9.com,Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membidik pihak pihak yang diduga ikut menerima dana dari kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan gedung olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengatakan, pihaknya saat ini sedang konsen menelusuri kasus tersebut guna mendapatkan bukti kuat untuk meningkatkan cachet perkaranya.
"Hambalang ini kan, kami masih konsen sekarang kalau dari saksi. Kami konsen untuk melihat di orang-orang yang diduga menerima dana (Hambalang). Kan kemarin sudah mulai diperiksa," kata Bambang di kantor KPK, Jakarta, senin (4/6) petang.
Selain itu, menurut Pimpinan KPK yang membidangi penindakan dan pencegahan ini, pihaknya juga tengah mendalami peran perusahaan-perusahaan yang menjadi subkontrak pada proyek senilai Rp. 1,2 Triliun tersebut.
"Kami juga konsen di subkontrak-subkontrak pengerja proyek itu. Kan ini tahapannya kan penyelidikan, kami sedang komunikasi dengan lembaga negara lainnya untuk dilakukan audit, supaya kemudian degan analysis itu bisa lebih terbuka," terang dia.
"Kami juga sedang komunikasi degan PPATK mengenai aliran dananya," terangnya lagi.
Kasus dugaan korupsi proyek action centermost Hambalang di Bogor, Jawa Barat ini pertama kali dibeberkan oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin.
Pada proyek Hambalang. KPK mencium adanya kejanggalan senilai lebih dari Rp 1,5 Triliun. KPK mulai melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi proyek Hambalang sejak Agustus 2011 lalu.
Sementara, dalam penyelidikan proyek Hambalang, KPK sudah memeriksa lebih dari 50 orang, di antaranya para petinggi PT Adhi Karya, Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto, dan anggota DPR dari Partai Demokrat Ignatius Mulyono.
Para pemilik saham PT Duta Sari Citralaras, perusahaan subkontrak proyek Hambalang, juga pernah diperiksa, seperti Athiyah Laila (istri Anas Urbaningrum), Mahfud Suroso, dan Munadi Herlambang.@(Kevin)
Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengatakan, pihaknya saat ini sedang konsen menelusuri kasus tersebut guna mendapatkan bukti kuat untuk meningkatkan cachet perkaranya.
"Hambalang ini kan, kami masih konsen sekarang kalau dari saksi. Kami konsen untuk melihat di orang-orang yang diduga menerima dana (Hambalang). Kan kemarin sudah mulai diperiksa," kata Bambang di kantor KPK, Jakarta, senin (4/6) petang.
Selain itu, menurut Pimpinan KPK yang membidangi penindakan dan pencegahan ini, pihaknya juga tengah mendalami peran perusahaan-perusahaan yang menjadi subkontrak pada proyek senilai Rp. 1,2 Triliun tersebut.
"Kami juga konsen di subkontrak-subkontrak pengerja proyek itu. Kan ini tahapannya kan penyelidikan, kami sedang komunikasi dengan lembaga negara lainnya untuk dilakukan audit, supaya kemudian degan analysis itu bisa lebih terbuka," terang dia.
"Kami juga sedang komunikasi degan PPATK mengenai aliran dananya," terangnya lagi.
Kasus dugaan korupsi proyek action centermost Hambalang di Bogor, Jawa Barat ini pertama kali dibeberkan oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin.
Pada proyek Hambalang. KPK mencium adanya kejanggalan senilai lebih dari Rp 1,5 Triliun. KPK mulai melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi proyek Hambalang sejak Agustus 2011 lalu.
Sementara, dalam penyelidikan proyek Hambalang, KPK sudah memeriksa lebih dari 50 orang, di antaranya para petinggi PT Adhi Karya, Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto, dan anggota DPR dari Partai Demokrat Ignatius Mulyono.
Para pemilik saham PT Duta Sari Citralaras, perusahaan subkontrak proyek Hambalang, juga pernah diperiksa, seperti Athiyah Laila (istri Anas Urbaningrum), Mahfud Suroso, dan Munadi Herlambang.@(Kevin)
