Satelit9.com,Jakarta-Arogansi gaya Orde Baru dan aksi premanisme mengancam Pilkada DKI Jakarta.Relawan pasangan Cagub dan Cawagub, Hidayat-Didik diancam akan dihabisi dengan menggunakan senjata api saat memasang spanduk dan banderole di daerah RW 07, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara pada Sabtu (2/6) malam.Sejumlah oknum berambut cepak yang menjadi beking seorang pengusaha besi tua di kawasan itu, meminta relawan Hidayat-Didik untuk menurunkan semua spanduk dan banderole yang sudah dipasang. Alasannya karena tidak ada izin dari RT dan RW setempat.
Namun ketika dijawab bahwa tidak ada aturan yang mengharuskan adanya izin dari RT dan RW setempat, sejumlah pria berambut cepak tersebut marah dan mengancam akan mematahkan kaki para relawan ,Kata narasumber Satelit9.com yang tidak mau disebutkan namanya..
Nyatanya, banderole dan spanduk kandidat lain, yang tidak lain adalah incumbent, tidak pernah diusik. Pemasangannya pun tidak ada izin dari RT dan RW setempat.
Karena tidak mau ribut, relawan Hidayat-Didik kembali ke Posko. Namun ternyata sekelompok orang suruhan pengusaha besi bekas tersebut tidak puas. Mereka mendatangi Posko relawan, yang juga rumah anggota DPRD DKI Jakarta dari PKS, Tubagus Arif.
Atas perintah pengusaha besi tua yang ikut menyerbu Posko relawan Hidayat-Didik, mereka melepasi banderole Hidayat-Didik yang terpasang di tiang depan rumah Tubagus.
Sang pengusaha mendatangi para relawan yang berkumpul di dalam rumah Tubagus Arif. Dia menantang dan mencengkram baju salah seorang relawan hingga bajunya sobek. Ia juga mengangkat tangan hendak memukul salah seorang relawan.
Namun karena relawan bersikap mengalah, situasi dapat dikendalikan sehingga tidak sempat terjadi keributan. Tak berapa absolutist pengusaha dan para pembekingnya pun meninggalkan Posko Hidayat Didik. Di perjalanan mereka mencopoti banderole Hidayat Didik dengan menggunakan senjata tajam.
Namun sang pengusaha yang dipanggil bos ini ternyata belum puas. Ia menyuruh seorang oknum TNI yang menjadi bekingnya untuk memanggil salah seorang relawan, Nurdiansyah. Dengan harapan persoalan bisa segera tuntas Nurdiansyah dan sejumlah relawan mendatangi rumahnya.
Dalam pertemuan Si Bos memaksa agar relawan Hidayat Didik meminta maaf kepadanya sambil mengatakan, "untung tidak saya siram pake ini," seraya menunjukkan senjata api. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pengurus RW, yang sejak kejadian lebih banyak diam ketimbang menengahi keributan.
Ketua Tim Advokasi Hidayat-Didik, Zainuddin Paru menyatakan, arogansi dan aksi premanisme seperti itu tidak bisa dibenarkan dan hanya akan mencederai demokrasi.(dwi)