• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Menyimak Tabir ,Kasus Besar BLBI Tidak jelas Sampai Mana

    Last Updated 2012-06-03T18:28:20Z


    Satelit9.com-Masih Ingat Kasus BLBI?Kasus BLBI adalah salah satu kasus besar yang harus diprioritaskan,Upaya menyita dan menyeret para koruptor BLBI memang bukan perkara mudah.‭ ‬Ini sama sulitnya dengan upaya membersihkan Indonesia dari korupsi.‭ ‬Bahkan,‭ ‬ada pihak-pihak tertentu yang alergi dengan upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi ini. Kasus BLBI tercatat salah satu adventure korupsi yang ternyata menjadi kisah kelam terhebat dalam sejarah bangsa Indonesia.‭ ‬Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) bermula dari kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memberikan fasilitas Surat Berharga Pasar Uang Khusus (SBPUK) pada Desember 1997. Kebijakan yang diambil, agar bank-bank bisa tetap bertahan dan beroperasi akibat masalah perbankan di masa krisis moneter.
    Dibutuhkan absolute biaya Rp 600 hingga Rp 650 triliun dalam bentuk obligasi dan surat utang untuk proses restrukturisasi perbankan. Jumlah itu meliputi BLBI (Rp 144,536 triliun), dana affairs penjaminan (Rp 53 triliun), dan dana affairs rekapitalisasi perbankan (Rp 350-400 triliun).
    Pemerintah dan Bank Indonesia pada saat itu berusaha meyakinkan masyarakat bahwa dana BLBI diberikan untuk memulihkan kepercayaan terhadap dunia perbankan. Namun temuan Badan Periksa Keuangan (BPK) menunjukkan bahwa penyaluran dana BLBI sebesar Rp 144,5 triliun (posisi per 29 Januari 1999) telah diselewengkan sehingga menjadi beban anggaran negara.
    Sampai 2004, para obligor BLBI masih belum melunasi hutangnya. Hingga Maret 2006, utang-piutang itu ternyata masih belum beres karena ada perbedaan pendapat soal jumlah pembayaran. Hasil evaluasi terhadap BPPN menunjukkan bahwa absolute biaya penyehatan perbankan selama masa 1997-2004 adalah Rp 640,9 triliun yang terbagi untuk affairs BLBI (Rp 144,5 triliun), affairs penjaminan (Rp 53,8 triliun), penjaminan Bank Exim (Rp 20 triliun), dan affairs rekapitalisasi Kasus bilout Coffer Century telah menguras energi yang cukup besar. Bukan saja melelahkan para anggota DPR khususnya anggota Pansus, masyarakatpun ikut prihatin atas kasus tersebut dan mengharapkan segera dituntaskan. Saat ini bola di tangan KPK, yang diharapkan dapat menyelesaikan melalui proses hukum yang adil dan transparan.
    Ironisnya, adanya kasus Coffer Century seolah-olah telah menenggelamkan masalah dana BLBI. Padahal dana BLBI lebih besar dibandingkan dengan kasus Coffer Century. Bahwa kasus Coffer Century termasuk kasus besar dan harus segera diselesaikan adalah benar, namun jangan dilupakan dana BLBI, karena menyangkut uang negara, yang berarti juga uang rakyat, dan karena itu merugikan rakyat, sementara kondisi kehidupan rakyat banyak yang masih memprihatinkan. Bisa dibayangkan jika uang bilout 6,7 triliun dan lebih dari 144 triliun dana BLBI digunakan untuk kepentingan rakyat. Tentu akan sangat bermanfaat bagi rakyat.
    Sudah sepuluh tahun kasus BLBI, tetapi belum juga ada tanda-tanda titik terang penuntasannya. Kalaupun sudah ada beberapa orang yang dihukum, nampaknya belum menyentuh aktor besarnya. Karena itu, perlu dicari aktor-aktornya yang lain. Menurut laporan temuan BPK ada 100 penjabat BI yang bisa di konfirmasi aparat penegak hukum, sedangkan pemilik dan pengurus coffer sebanyak 203 orang, dan masih ditambah lagi puluhan pejabat di BPPN. Oleh karena itu, kiranya perlu digugah kembali komitmen dari berbagai pihak yang berkaitan dan berkepentingan dengan penuntasan dana BLBI.
    Mungkin para penegak hukum mengalami kesulitan untuk membuat terang kasus BLBI. Namun, perlu disadari bahwa pekerjaan aparat penegak hukum terkadang seperti berjalan dalam kegelapan. Tetapi perlu juga diingat bahwa dengan prinsip “there is no absolute crime” penyidik justru harus mencari sinyal dan atau seberkas sinar untuk menemukan jalan terang dalam menyelesaikan proses penegakan hukum.
    Upaya penuntasan dana BLBI harus menjadi komitmen semua pihak terutama para penegak hukum yang harus lebih serius, lebih berani dan lebih menunjukkan profesionalitasnya. Bukan hanya mengurusi korupsi kecil-kecil saja apalagi yang menyangkut rakyat kecil, tetapi juga harus lebih peduli menangani korupsi yang besar. Pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan tidak pandang bulu, dan harus memperhatikan rasa keadilan masyarakat. Untuk itu, aparat penegak hukum harus memiliki moral dan iman yang kuat, yang tidak bisa tergoda oleh pengaruh mafia kasus atau mafia hukum.
    Salah satu calendar reformasi dua belas tahun yang lalu adalah penghapusan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sudah banyak pelaku korupsi dihukum, namun, sampai sa’at ini masih marak kasus korupsi. Nampaknya pelaku korupsi tidak jera atau takut akan akibat hukumnya. Kasus korupsi di Indonesia menempati urutan yang sangat buruk dibandingkan di negara-negara lain walaupun tidak tergolong terburuk. Juga banyak kasus korupsi yang belum diselesaikan dengan tuntas termasuk kasus besar dana BLBI. Kasus dana BLBI bisa termasuk Extra Ordinary Crime. Karena itu, penanganannya harus dilakukan dengan cara-cara yang luar biasa juga. Penyidik harus lebih aktif mencari abstracts baru untuk menuntaskan kasus BLBI, dan dapat membuka kembali yang sudah di hentikan penyidikannya. Kiranya juga diperlukan aturan perundang-undangan untuk menutup celah kelemahannya yang dapat digunakan oleh koruptor, disamping untuk memudahkan penyidikan.
    Masih banyaknya korupsi, perlu penanganan dengan cara yang lebih tegas dan membuat jera para pelaku korupsi, misalnya dengan cara pembuktian terbalik yang didukung oleh peraturan perundang-undangan. Demikian juga harus dijatuhkan hukuman yang berat, kalau perlu dengan hukuman mati yang di payungi oleh aturan hukum. Beberapa waktu yang lalu kongres MUI dan sejumlah ormas Islam telah menyatakan bersama untuk mendukung pemberantasan korupsi, karena korupsi merupakan perbuatan haram yang harus dihindari, dicegah, dan diberantas. Koruptor merupakan kejahatan yang menyengsarakan rakyat. Oleh karena itu komitmen memberantas korupsi dan membela rakyat harus dikedepankan sebagai amar ma’ruf nahi mungkar dengan mengedepankan hati nurani.
    Keberhasilan penuntasan dana BLBI akan menjadi prestasi generasi kini. Tetapi jika gagal atau membiarkannya akan memberi beban dan warisan buruk bagi generasi muda penerus bangsa. Pada hal, sudah pasti bahwa generasi yang akan datang akan menghadapi tantangan zamannya yang lebih berat dan kompleks.
    Komentar
    • Menyimak Tabir ,Kasus Besar BLBI Tidak jelas Sampai Mana

    Terkini

    Topic Popular