Satelit9.com,Lamongan-Seorang pelajar tewas dan satu lagi terluka setelah tertabrak kereta rangkaian agent (KRD) di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Jalan Pahlawan, Kota Lamongan, Jawa Timur, Jumat (8/6) pagi.
Diduga kecelakaan itu terjadi karena pengendara sepeda motor kurang waspada. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit swasta setempat untuk diautopsi.
Kedua korban juga tercatat santri Ponpes Bahrul Ulum yang berniat pulang kampung setelah mengkuti ujian sekolah. Korban meninggal atas nama Bagus Wibowo, 19, warga Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Lamongan.
Korban luka ringan atas nama Azam warga Desa Simbatan, Kecamatan Tikung. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, saat itu pada Kamis (7/6) petang keduanya mengendarai sepeda motor bernomor polisi S 4503 LB yang dikemudikan Bagus berboncengan dengan Azam.
Saat menyeberang rel pada perlintasan KA tanpa palang pintu di Jalan Pahlawan, Kota Lamongan, korban tida waspada. Padahal, warga sekitar di lokasi kejadian sudah meneriaki bahwa ada kereta api dari arah Bojonegoro- Surabaya.
Azam yang dibonceng korban langsung melompat dari motor saat mengetahui ada kereta yang melaju kencang ke arahnya. "Korban terseret hingga 20 beat dan meninggal seketika," ungkap Ali, warga setempat yang menyaksikan.(@Sbk)
Diduga kecelakaan itu terjadi karena pengendara sepeda motor kurang waspada. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit swasta setempat untuk diautopsi.
Kedua korban juga tercatat santri Ponpes Bahrul Ulum yang berniat pulang kampung setelah mengkuti ujian sekolah. Korban meninggal atas nama Bagus Wibowo, 19, warga Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Lamongan.
Korban luka ringan atas nama Azam warga Desa Simbatan, Kecamatan Tikung. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, saat itu pada Kamis (7/6) petang keduanya mengendarai sepeda motor bernomor polisi S 4503 LB yang dikemudikan Bagus berboncengan dengan Azam.
Saat menyeberang rel pada perlintasan KA tanpa palang pintu di Jalan Pahlawan, Kota Lamongan, korban tida waspada. Padahal, warga sekitar di lokasi kejadian sudah meneriaki bahwa ada kereta api dari arah Bojonegoro- Surabaya.
Azam yang dibonceng korban langsung melompat dari motor saat mengetahui ada kereta yang melaju kencang ke arahnya. "Korban terseret hingga 20 beat dan meninggal seketika," ungkap Ali, warga setempat yang menyaksikan.(@Sbk)
