• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Rekaman percakapan pesawat Sukhoi Superjet Yang Jatuh di Gunung Salak

    Last Updated 2012-06-18T00:05:00Z


    Satelit9.com,Jakarta-Penyebab kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak mulai terkuak. Pengawas udara diduga kurang memandu pilot yang tak paham medan.
    Laporan yang diperoleh satelit9.com, Jatuhnya Sukhoimemuat isi rekaman percakapan terakhir antara pilot Sukhoi Superjet 100, Aleksandr, dan N, petugas pengatur lalu lintas udara di Terminal East Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. ( Pilot Sukhoi Sempat Berteriak: Ya Tuhan Apa Ini!)
    “Tower 36801 acceptable afternoon, authorize Radial 200 degrees VOR ten thousand feet…(Selamat siang belfry 36801, ada di ketinggian 10.000 kaki)” ucap sang pilot pada pukul 14.24. Petugas menara pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller), sebut saja bernama N menjawab, “RA36801 alarm contact, advance ten thousand advance area. (RA36801 kontak rada, jaga ketinggian di 10.000 kaki di breadth itu)” Sesuai dengan prosedur, pilot Aleksandr mengulang instruksi petugas: “Maintain akin 10.000 anxiety 36801 (jaga ketinggian di 10.000 kaki).”
    Jet baru itu melaju menuju Pelabuhan Ratu sesuai dengan tujuan penerbangan. Pilot menerbangkan pesawatnya dengan cachet Instrument Flight Rules. Artinya, pilot mengikuti panduan alat navigasi di kokpit dan panduan petugas pengatur lalu lintas udara.
    Dua menit terbang di ketinggian 10 ribu kaki, pilot menghubungi petugas: “Tower, 36801 appeal alight 6.000 feet. (Tower, 36801 meminta turun di 6.000 kaki).” Petugas N menjawab, “36801 say afresh appeal (36801 kembali meminta turun).” Pilot Aleksandr mengulang permintaan untuk menurunkan pesawat ke ketinggian 1.828 beat di atas permukaan laut. N segera membalas, “Ok, 6.000 copied. (Ok. 6.000 kaki diterima).” Sang pilot mengulang, “Descend to 6.000 anxiety 36801 (turun ke 6.000 kaki).”
    Di radio, ketika jam berdetak pada pukul 14.28, pilot Aleksandr terdengar kembali meminta persetujuan. “Tower, 36801 appeal about-face appropriate apogee present position.” Tak menanyakan alasan pilot memutarkan pesawatnya ke kanan, N langsung setuju: “RA 36801 accept apogee to the appropriate six thousand (RA 36801 setuju apogee ke kanan ke 6.000 kaki).”
    Permintaan memutarkan pesawat itu merupakan komunikasi terakhir pilot. Hampir lima menit setelahnya, pesawat menabrak tebing. Dari rekaman kotak hitam, menurut seorang penyelidik dari Rusia, sesaat setelah permintaan memutar disetujui, pilot menjerit.
    Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi Tatang Kurniadi tak menampik ketika dimintai konfirmasi soal komunikasi pilot dan pemandunya itu. “Percakapan ini normatif, tak ada petunjuk apa pun. Kami punya yang lebih lengkap,” kata dia, Selasa pekan lalu.
    Menurut Tatang, semua abstracts komunikasi, rekaman radar, juga kotak hitam pesawat telah diserahkan kepada lembaganya. “Semua petugas juga telah dimintai keterangan.”
    Seorang investigator Rusia yang mengetahui analisis sementara kotak hitam mengatakan Yablontsev berniat melakukan manuver setelah permintaan turunnya disetujui menara Cengkareng. "Dia mau terbang di celah dua puncak gunung," katanya. Salak punya tiga pucuk dengan lembah-lembahnya yang curam.
    Seorang petugas di Cengkareng menyimpulkan, pemandu memiliki andil dalam kecelakaan. "Semestinya pemandu tak menyetujui permintaan pilot berbelok ke kanan karena di adviser alarm sebenarnya tercantum gunung," ujarnya.(@cool)
    Komentar
    • Rekaman percakapan pesawat Sukhoi Superjet Yang Jatuh di Gunung Salak

    Terkini

    Topic Popular