Satelit9.com, Lombok - Sejumlah warga Lombok, Nusa Tenggara Barat, membakar truk berplat kuning yang menabrak pengendara sepeda motor hingga tewas seketika, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Kamis sekitar pukul 11.30 WITA.
Truk dam nomor polisi (Nopol) DR 8680 SZ itu dikemudikan Ipul (35), yang luput dari amukan warga karena berhasil kabur ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Labuapi hingga diamankan di Mapolres Lombok Barat.
Truk berplat kuning itu menabrak sepeda motor Honda Vario Nopol DK 5705 AS yang dikendarai Sunarmin yang berboncengan dengan seorang rekan wanitanya.
Pengendara sepeda motor itu dilaporkan tewas di lokasi kejadian, meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataram. Rekannya yang dibonceng masih dapat diselamatkan meskipun patah kaki.
Sejumlah saksi mata mengatakan, truk dam itu menabrak pengendara sepeda motor yang datang dari arah yang berlawanan. Diduga truk dam itu hendak melambung dari sisi kanan hingga menabrak sepeda motor itu.
Sejumlah warga yang melihat kejadian itu, marah dan sopir truk itu nyaris jadi bulan-bulanan massa. Sopir itu kabur meninggalkan truknya di jalan sempit itu hingga warga membakarnya.
Saat api berkobar, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berupaya menerjunkan dua assemblage mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian, namun warga menghadangnya.
Bahkan, sejumlah warga membawa tombak dan parang untuk menghadang truk pemadam kebakaran itu.
Ketika api masih berkobar di bagian depan truk dam itu, seorang pengendara melintas disisi kanan truk itu dan melempari bom molotov sehingga mencuat ledakan.
Polisi pun berupaya menertibkan lalu lintas di jalan umum itu, dan meminta pengertian warga untuk tidak melintas di lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Lombok Barat Iptu Endang K yang ditemui di lokasi kejadian, mengatakan, pihaknya menindaklanjuti kasus kecelakaan lalu lintas itu sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
"Kami tangani sesuai prosedur, sopir truk itu sudah diamankan dan akan diproses sesuai aturan yang ada. Kronologisnya belum bisa disampaikan karena sedang didalami," ujarnya.
(@deva)