Satelit9.com,Papua, - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) Wilayah Papua menyatakan prihatin dengan berbagai peristiwa kekerasan berupa penganiayaan dan penembakan yang belakangan ini terjadi di Kota Jayapura.
"Kami prihatin dengan berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini di kota Jayapura dan sekitarnya," kata Koordinator Kontras Wilayah Papua Olgha Helena Hamadi di Jayapura, Rabu (6/6).
Ia meminta pihak kepolisian segera mengungkap siapa dalang di balik peristiwa itu.
"Kami meminta polisi segera mengungkap kasus ini. Siapa pelaku dan dalang di balik semua teror ini," katanya.
Menurut dia, dengan adanya peristiwa ini, rasa nyaman dan aman yang diharapkan warga di ibu kota Provinsi Papua menjadi terusik dan terganggu.
"Berbagai peristiwa ini telah menghilangkan hak warga untuk hidup aman," katanya.
Perempuan muda ini juga mengatakan dengan pengalaman kasus serupa yang pernah terjadi di Kota Jayapura dan sekitarnya, seharusnya polisi telah memiliki pedoman untuk melakukan deteksi dini tentang kekerasan seperti kasus penembakan.
"Polisi harus bisa memberikan jaminan rasa aman warga. Ada intelijen yang seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin," ujarnya.
Ia juga menduga peristiwa beruntun ini masih ada hubungan denganya pelaksanaan pemilihan gubernur di Papua.
"Saya kira peristiwa ini selalu berhubungan dengan hal-hal yang besar, namun sayangnya tidak ada perhatian serius dari pihak terkait," katanya.
Dalam dua hari terakhir warga ibu kota Provinsi Papua, Kota Jayapura, seperti diteror dengan peristiwa penembakan.
Pada Senin (4/6) malam Gilberth FM seorang pelajar SMU ditembak OTK di sekitar Skyline, kemudian dua warga sipil dan satu anggota TNI ditembak di dua tempat berbeda.
Para korban penembakan itu saat ini tengah dirawat intensif di RSUD Dok II Jayapura, dan dalam pengawasan ketat aparat keamanan.
(@deva)
