Satelit9.coma,Jakarta-Sekalipun hubungan diplomatik antarbangsa Indonesia-Malaysia berlangsung hangat dan sangat harmonis. Namun, aksi serang menyerang para pengguna internet sering berlangsung dari pengguna asal kedua negara. Belakangan ini, menyusul pemberitaan gencar tentang tarian Tortor di Malaysia, perang hacker penggiat teknologi informasi kembali menyeruak.
"Tadi malam kembali website resmi Kemenkes Malaysia diserang hacker Indonesia, kita mendeteksi itu dilakukan oleh hacker asal Bekasi," kata praktisi IT Irvan Deddy terkait aksi saling serang di dunia maya itu di Jakarta, Selasa malam (19/6) kepada satelit9.com.
Irvan menambahkan, saling serang ke website yang dibuat instansi pemerintah maupun swasta itu memang tidak tergolong masif. Hanya beberapa saja. Beberapa waktu lalu, lanjut dia, sejumlah instansi resmi pernah diserang para hacker yang ditengarai berasal dari Malaysia.
"Sekarang sepertinya gentian para hacker dari Indonesia yang gantian menyerang," imbuhnya.
Menurut Irvan, aksi hacker yang menyerang website resmi itu kerap kali dilakukan dengan mengganti accommodate resmi dengan berbagai tampilan yang bersifat lucu-lucuan.
"Memang tidak selalu merusak data-data, tapi aksi itu cukup mengganggu," terangnya.
Dijelaskannya, para hacker itu memiliki kemampuan teknis yang tinggi di bidang IT dan ditunjang sarana yang canggih. Kerap kali, kata Irvan lagi, serangan para hacker itu dideteksi tidak dilakukan oleh orang per orang, melainkan sejumlah kelompok sekaligus.
"Karena dalam sehari mereka bisa menjebol dan merubah-rubah tampilan resmi website yang berjumlah puluhan," terangnya lagi(@jaya)
"Tadi malam kembali website resmi Kemenkes Malaysia diserang hacker Indonesia, kita mendeteksi itu dilakukan oleh hacker asal Bekasi," kata praktisi IT Irvan Deddy terkait aksi saling serang di dunia maya itu di Jakarta, Selasa malam (19/6) kepada satelit9.com.
Irvan menambahkan, saling serang ke website yang dibuat instansi pemerintah maupun swasta itu memang tidak tergolong masif. Hanya beberapa saja. Beberapa waktu lalu, lanjut dia, sejumlah instansi resmi pernah diserang para hacker yang ditengarai berasal dari Malaysia.
"Sekarang sepertinya gentian para hacker dari Indonesia yang gantian menyerang," imbuhnya.
Menurut Irvan, aksi hacker yang menyerang website resmi itu kerap kali dilakukan dengan mengganti accommodate resmi dengan berbagai tampilan yang bersifat lucu-lucuan.
"Memang tidak selalu merusak data-data, tapi aksi itu cukup mengganggu," terangnya.
Dijelaskannya, para hacker itu memiliki kemampuan teknis yang tinggi di bidang IT dan ditunjang sarana yang canggih. Kerap kali, kata Irvan lagi, serangan para hacker itu dideteksi tidak dilakukan oleh orang per orang, melainkan sejumlah kelompok sekaligus.
"Karena dalam sehari mereka bisa menjebol dan merubah-rubah tampilan resmi website yang berjumlah puluhan," terangnya lagi(@jaya)
