Satelit9.com,Jakarta-PARA ilmuwan baru-baru ini menemukan sumber antioksidan yang murah meriah, yaitu di dalam beras hitam.
Selama ini, terutama dalam budaya Jawa dan China kuno, beras hitam dikenal sebagai makanan para bangsawan. Pasalnya, selain rasanya yang enak, pulen dan wangi, beras hitam juga memiliki kandungan mineral atau antosianin yang sangat baik bagi kesehatan.
Warna ungu kehitaman beras ini berasal dari sumber antosianin, suatu zat turunan polifenol berkemampuan antioksidan, yang dikandungnya. Terlebih, kadar flavonoid yang tinggi menjadikan beras hitam ampuh dalam mencegah pengerasan pembuluh nadi dan asam urat.
Sebenarnya beras hitam ini tidak benar-benar berwarna hitam, melainkan ungu gelap, yang sepintas mirip dengan warna hitam. Warna hitam ini berasal dari pigmen yang terdapat pada kulit ari beras.
"Cukup satu sendok penuh dedak beras hitam mengandung lebih banyak antioksidan antosianin dibandingkan dengan sesendok penuh blueberry. Beras hitam ini juga rendah gula, lebih banyak mengandung serat dan vitamin E," kata salah penulis studi terbaru, Zhimin Xu, melalui keterangan tertulis yang diterbitkan oleh American Chemical Society.
Xu, yang juga pengajar di Louisiana State University Agricultural Center di Baton Rouge, mengatakan dedak beras hitam merupakan bahan yang unik dan murah untuk meningkatkan asupan antioksidan yang menunjang kesehatan.
Menurut para peneliti, dedak beras hitam dapat dipakai sebagai bahan campuran untuk meningkatkan manfaat kesehatan dari sarapan sereal, kue dan berbagai jenis makanan lainnya. Dedak beras hitam juga dapat ditambahkan pada minuman dan juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan sebagai pengganti pewarna buatan.
Dalam studi itu, tim peneliti menguji beras hitam yang tumbuh di wilayah selatan Amerika Serikat. Xu mengatakan, dibandingkan dengan beras cokelat, beras hitam lebih menyehatkan dalam hal kandungan antioksidannya.
Di Asia, beras hitam batten banyak dipakai sebagai hiasan makanan, seperti untuk mi atau sushi. (@ida)
